Komitmen (skripsi dan tesis)

Komitmen adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain
yang tercermin dalam tindakan kita. Komitmen merupakan pengakuan
seutuhnya, sebagai sikap yang sebenarnya yang berasal dari watak yang
keluar dari dalam diri seseorang. Ketika perusahaan menawarkan
pekerjaan dan pelamar kerja menerima tawaran tersebut, pelamar kerja
tersebut telah menjadi bagian dari perusahaan. Dengan menjadi bagian
dari perusahaan, karyawan dididik untuk berkomitmen pada tujuan
perusahaan.
Ada banyak alasan mengapa sebuah organisasi harus berusaha
meningkatkan komitmen organisasi para karyawannya. Sebagai contoh
banyak penelitian menemukan bahwa semakin karyawan berkomitmen
kepada perusahaan, karyawan tersebut akan berusaha lebih baik dalam
menyelesaikan tugas-tugasnya. Selain itu, karyawan yang berkomitmen
juga akan meningkatkan produktivitas para karyawan karena karyawan
merasa menyatu dengan perusahaan dan bekerja untuk mencapai tujuan
perusahaan. Dengan adanya rasa menyatu dengan perusahaan, karyawan
tidak berpikir untuk meninggalkan perusahaan sehingga dikatakan
komitmen organisasi yang tinggi akan menurunkan keinginan untuk
pindah para karyawan (Richard M. Steers dan Lyman W. Porter, 2016).
Ada dua pendekatan dalam merumuskan definisi komitmen dalam
berorganisasi. Yang pertama melibatkan usaha untuk mengilustrasikan
bahwa komitmen dapat muncul dalam berbagai bentuk, maksudnya arti
dari komitmen menjelaskan perbedaan hubungan antara anggota
organisasi dan entitas lainnya (salah satunya organisasi itu sendiri).
Yang kedua melibatkan usaha untuk memisahkan diantara berbagai
identitas di mana individu berkembang menjadi memiliki komitmen.
Kedua pendekatan ini tidak compatible namun dapat menjelaskan
definisi dari komitmen, bagaimana proses perkembangannya dan
bagaimana implikasinya terhadap individu dan organisasi. Sedangkan
Michael Amstrong dalam bukunya “managing people” menyatakan
bahwa komitmen adalah kecintaan dan kesetiaan.
Komitmen organisasi cenderung didefinisikan sebagai suatu
perpaduan antara sikap dan perilaku. Komitmen organisasi menyangkut
tiga sikap yaitu, rasa mengidentifikasi dengan tujuan organisasi, rasa
keterlibatan dengan tugas organisasi, dan rasa kesetiaan kepada
organisasi (Ferris dan Aranya, 2015).
Kalbers dan Fogarty (2017) menggunakan dua pandangan tentang
komitmen organisasional yaitu, affective dan continuence. Hasil
penelitiannya mengungkapkan bahwa komitmen organisasi affective
berhubungan dengan satu pandangan profesionalisme yaitu pengabdian
pada profesi, sedangkan komitmen organisasi continuance berhubungan
secara positif dengan pengalaman dan secara negatif dengan pandangan
profesionalisme kewajiban sosial.
Buchanan dalam Vandenberg (2014) mendefinisikan komitmen
adalah sebagai penerimaan karyawan atas nilai-nilai organisasi
(identification), keterlibatan secara psikologis (psychological immerson),
dan loyalitas (affection attachement). Komitmen merupakan sebuah
sikap dan perilaku yang saling mendorong (reinforce) antara satu dengan
yang lain. Karyawan yang komit terhadap organisasi akan menunjukkan
sikap dan perilaku yang positif terhadap lembaganya, karyawan akan
memiliki jiwa untuk tetap membela organisasinya, berusaha
meningkatkan prestasi, dan memiliki keyakinan yang pasti untuk
membantu mewujudkan tujuan organisasi. Komitmen karyawan terhadap
organisasinya adalah kesetiaan karyawan terhadap organisasinya,
disamping juga akan menumbuhkan loyalitas serta mendorong
keterlibatan diri karyawan dalam mengambil berbagai keputusan.
Oleh karenanya komitmen akan menimbulkan rasa ikut memiliki (sense
of belonging) bagi karyawan terhadap organisasi.
Mowday, komitmen organisasi merupakan dimensi perilaku
penting yang dapat digunakan untuk menilai kecenderungan karyawan
untuk bertahan sebagai anggota organisasi. Komitmen organisasi
merupakan identifikasi dan keterlibatan seseorang yang relatif kuat
terhadap organisasi. Komitmen organisasional adalah keinginan anggota
organisasi untuk tetap mempertahankan keanggotaannya dalam
organisasi dan bersedia berusaha keras bagi pencapaian tujuan
organisasi.
Steers dan Porter, suatu bentuk komitmen yang muncul bukan
hanya bersifat loyalitas yang pasif, tetapi juga melibatkan hubungan
yang aktif dengan organisasi kerja yang memiliki tujuan memberikan
segala usaha demi keberhasilan organisasi yang bersangkutan.
Newstroom, komitmen organisasi ditandai oleh tiga hal, yaitu :
a. Adanya rasa percaya yang kuat dan penerimaan seseorang terhadap
tujuan dan nilai-nilai organisasi
b. Adanya keinginan seseorang untuk melakukan usaha secara
sungguh-sungguh demi organisasi.
c. Adanya hasrat yang kuat untuk mempertahankan keanggotaan dalam
suatu organisasi.