Dimensi Komitmen Organisasi (skripsi dan tesis)

Dimensi komitmen organisasi yang diambil dari (Allen &
Meyer, 1990), berupa:
a. Komitmen Afektif (affective commitment)
Keterikatan emosional, identifikasi serta
keterlibatan seorang karyawan pada suatu
organisasi. Komitmen afektif seseorang akan
menjadi lebih kuat bila pengalamannya dalam suatu
organisasi konsisten dengan harapan-harapan dan
memuaskan kebutuhan dasarnya dan sebaliknya.
Komitmen afektif menunjukkan kuatnya keinginan
seseorang untuk terus bekerja bagi suatu organisasi
karena memang setuju dengan organisasi itu dan
memang berkeinginan melakukannya. Karyawan
yang mempunyai komitmen afektif yang kuat tetap
bekerja dengan organisasi karena menginginkan
untuk bekerja pada organisasi itu.
b. Komitmen Berkelanjutan (continuance
commitment)
Merupakan komitmen karyawan yang
didasarkan pada pertimbangan apa yang harus
dikorbankan bila meninggalkan organisasi atau
kerugian yang akan diperoleh karyawan jika tidak
melanjutkan pekerjaannya dalam organisasi.
Tindakan meninggalkan organisasi menjadi sesuatu
yang beresiko tinggi karena karyawan merasa takut
akan kehilangan sumbangan yang mereka tanamkan
pada organisasi itu dan menyadari bahwa mereka
tak mungkin mencari gantinya. Karyawan yang
mempunyai komitmen kontinuan yang tinggi akan
berada dalam organisasi karena mereka memang
membutuhkan untuk bekerja pada organisasi itu.
c. Komitmen Normatif (normative commitment)
Merupakan komitmen karyawan terhadap
organisasinya karena kewajibannya untuk bertahan
dalam organisasi untuk alasan-alasan moral atau
etis, atau dengan kata lain keyakinan yang dimiliki
karyawan tentang tanggung jawabnya terhadap
organisasi. Tindakan tersebut merupakan hal benar
yang harus dilakukan. Komitmen ini berkaitan
dengan perasaan karyawan terhadap keharusan
untuk tetap bertahan dalam organisasi. Oleh karena
itu, karyawan yang memiliki komitmen normatif
yang tinggi akan bertahan dalam organisasi karena
merasa wajib atau sudah seharusnya untuk loyal
kepada organisasi tersebut.