Dampak Intention to leave (skripsi dan tesis)

Intention to leave pada karyawan dapat berdampak pada organisasi
ketika berujung pada keputusan karyawan untuk benar-benar meninggalkan
organisasi (turnover), karena keinginan untuk keluar tersebut berasal dari
individu karyawan sendiri dan bukan merupakan keinginan organisasi atau
perusahaan.
Disebutkan beberapa dampak negatif yang akan terjadi pada
organisasi akibat pergantian karyawan, seperti : meningkatnya potensi biaya
perusahaan, masalah prestasi, masalah pola komunikasi dan sosial,
merosotnya semangat kerja, strategi-strategi pengendalian yang kaku,
hilangnya biaya-biaya peluang strategik (Manurung dan Ratnawati, 2012:1).
Dharma (2013:3) menyebutkan dampak turnover bagi perusahaan
adalah :
1) Biaya penarikan karyawan
Menyangkut waktu dan fasilitas untuk wawancara dalam proses seleksi
karyawan, penarikan dan memepelajari.
2) Biaya latihan
Menyangkut waktu pengawas, departemen personalia dan karyawan
yang dilatih.
3) Apa yang dikeluarkan buat karyawan lebih kecil dari yang dihasilkan
karyawan baru tersebut.
4) Tingkat kecelakaan para karyawan baru, biasanya cenderung tinggi.
5) Adanya produksi yang hilang selama masa pergantian karyawan
6) Peralatan produksi yang tidak bisa digunakan sepenuhnya
7) Banyak pemborosan karena adanya karyawan baru
8) Perlu melakukan kerja lembur, kalau tidak akan mengalami penundaan
penyerahan.