Teori-Teori Tentang Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)

Greenberg dan Baron dalam Priansa (2014:297-298) menyatakan teori
mengenai kepuasan kerja secara umum adalah :
1. Teori Dua Faktor (Two-factor Theory)
Teori kepuasan kerja yang menggambarkan kepuasan dan ketidakpuasan
berasal dari kelompok variable yang berbeda yakni hygiene factors dan
motivators . Hygiene factors adalah ketidakpuasan kerja yang disebabkan
oleh kumpulan perbedaan dari factor-faktor (kualitas pengawasan,
lingkungan kerja, pembayaran gaji, keamanan, kualitas lembaga, hubungan
kerja, dan kebijakan organisasi) . Karena factor-faktor ini bersifat mencegah
reaksi negative maka disebut sebagai hygiene (maintenance) factors .
Kepuasan kerja yang didatangkan dari sekumpulan faktor-faktor yang
berhubungan pekerjaannya atau hasil secara langsung dari pekerjaannya
(peluang promosi, pengakuan, tanggung jawab, prestasi) disebut sebagai
motivators, karena merupakan level tertinggi dari kepuasan kerja .
2. Teori Nilai (Value Theory)
Teori kepuasan kerja yang menjelaskan pentingnya kesesuaian antara hasil
pekerjaan yang diperolehnya (penghargaan) dengan persepsi mengenai
ketersediaan hasil . Semakin banyak hasil yang diperoleh maka ia akan lebih
puas, jika memperoleh hasil yang sedikit maka ia akan lebih sedikit puas .
Teori ini berfokus pada banyak hasil yang diperoleh . Kunci kepuasannya
adalah kesesuaian hasil yang diterima dengan persepsi mereka .