Karakteristik Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)

Menurut Wexley dan Yukl dalam Suwatno dan Priansa (2014:265-268),
kepuasan kerja ditentukan atau dipengaruhi oleh sekelompok factor . Faktor-faktor ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian yaitu yang termasuk dalam
karakteristik individu, variable situasional, dan karakteristik pekerjaan yaitu :
1. Karakteristik individu
a. Needs (kebutuhan-kebutuhan individu) . Salah satu sifat dasar manusia
adalah adanya kebutuhan dalam dirinya . Dengan sifat terpenuhinya
kebutuhan-kebutuhan tersebut, manusia dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya .
b. Value (nilai-nilai yang dianut individu) adalah pendapat atau pandangan
individu yang sifatnya relative stabil mengenai tingkah laku yang
dianggap benar dan salah .
c. Personality Traits (cirri-ciri kepribadian) cirri-ciri kepribadian
seseorang akan besar pengaruhnya pada cara orang berfikir, dalam cara
memutuskan sesuatu, merasakan sesuatu dan dalam cara orang tersebut
menyelesaikan pekerjaannya .
2. Variabel-variabel yang bersifat situasional
a. Current Social Comparison (perbandingan terhadap situasi yang ada)
seorang pekerja selalu mengharapkan untuk dapat memperoleh hasil
yang seimbang antara apa yang telah disumbangkannya kepada
perusahaan dengan apa yang diperoleh dari perusahaan .
b. Reference Group (pengaruh kelompok acuan)
Kelompok acuan adalah kelompok dimana individu sering kali meminta
petunjuk atau pendapat dalam menghadapi persoalan-persoalan yang
ditemuinya . Kelompok acuan ini dapat mempengaruhi aspirasi dan
harapan-harapan seseorang terhadap pekerjaan .
3. Karakteristik Pekerjaan
a. Compensation (imbalan yang diterima) banyak penelitian yang
menemukan bahwa gaji merupakan karakteristik pekerjaan yang sering
disebut sebagai sumber ketidakpuasan, misalnya adalah penelitian dari
Porter (Yuli T, 2003:87) yang menemukan sekitar 80% manajer tidak
puas dengan gaji yang diterima . Penyebab ketidakpuasan ini adalah
kecenderungan dari orang yang membandingkan dirinya dengan
kelompoknya .
b. Supervition (pengawasan yang dilakukan oleh atasan)
Berdasarkan penelitian Yukl (Yuli T, 2003:88), ditemukan bahwa para
pekrja menyatakan kepuasan terhadap atasan yang menunjukkan sikap
penuh perhatian dan memberikan dukungan pada bawahan, daripada
atasan yang bersikap acuh tak acuh serta selalu mengkritik.
c. The Work It Self (pekerjaan itu sendiri)
Sifat-sifat dari pekerjaan yang dihadapi oleh individu merupakan salah
satu factor yang menentukan kepuasan kerja dari individu tersebut.
d. Co Workers (hubungan antar rekan sekerja)
Interaksi yang terjadi sesama pekerja akan menciptakan suasana tertentu
yang berpengaruh pula pada kepuasan kerja.