Teori Dua Faktor (skripsi dan tesis)

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Herzberg (1959). Menurut teori ini,
karakteristik pekerja dapat dikelompokan menjadi dua kategori, yang satu
dinamakan “dissatisfier” atau “hygiene factors” dan yang lain dinamakan
“satisfer” atau “motivators” (Bangun, 2012: 328).
Teori dua faktor yang dikembangkan oleh Frederick herzberg dalam GomesMejia, D.B. Balkin dan R.L Cardy (2012), menyatakan bahwa karakteristik kerja
dapat dikelompokan menjadi dua katagori:
a. Penyebab ketidakpuasan (dissatisfaction) yang disebut ekstinsik
factor/factorhygiene atau faktor pemeliharaan. Apabila kebutuhn ini tidak
terpenuhi maka dapat menyebabkan ketidakpuasan kerja, tetapi jika terpenuhi
belum tentu menjamin kepuasan kerja. Adapun yang termasuk faktor-faktor
hygiene adalah gaji, kebijakan pengawasan, hubungan antara atasan dengan
bawahan, kondisi kerja, keamanan kerja dan status pekerjaan.
b. Katagori Kedua adalah penyebab kepuasan (satisfaction) yang disebut intrinsic
factor/motivator factor. Adapun yang termasuk faktor-faktor ini adalah
prestasi, pengakuan, tanggung jawab, pekerjaan itu sendiri, dan pengendalian
diri (Kaswan, 2015: 101)