Faktor-Faktor Yang Mepengaruhi Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, namun
tergantung kepribadian masing-masing faktor mana yang mempengaruhi kepuasan
kerja. Ada lima faktor yang menimbulkan kepuasan kerja menurut Brown &
Ghiselli (1950), yaitu :
a. Kedudukan
Umumnya manusia beranggapan bahwa seseorang yang bekerja pada pekerjaan
yang lebih tinggi akan merasa lebih puas dari pada mereka yang bekerja pada
pekerjaan yang lebih rendah. Pada beberapa penelitian menunjukan bahwa hal
tersebut tidak selalu benar, tetapi justru perubahan dalam tingkat pekerjaannya
yang mempengaruhi kepuasan kerja.
b. Pangkat.
Pada pekerjaan yang mendasarkan perbedaan tingkat atau golongan, sehingga
pekerjaan tersebut memberikan kedudukan tertentu pada orang yang
melakukannya. Apabila ada kenaikan upah, maka sedikit banyaknya akan
dianggap sebagai kenaikan pangkat, dan kebanggaan terhadap kedudukan yang
baru itu akan merubah perilaku dan persaannya.
c. Jaminan finansial dan sosial.
Finansial dan jaminan sosial kebanyakan berpengaruh terhadapa kepuasan
kerja.
d. Mutu pengawasan .
Hubungan anatra karyawan dengan pihak pimpinan sangat penting artinya
dalam menaikan produktifitas kerja. Kepuasan dapat ditingkatkan melalui
perhatian dan hubungan yang baik dari pimpinan kepada bawahan, sehingga
karyawan merasa bahwa dirinya merupakan bagian yang penting dari
organisasi kerja.
Menurut Blum faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah :
a. Faktor individual, meliputi umur, kesehatan, watak, dan harapan.
b. Faktor sosisal, meliputi hubungan kekeluargaan, padangan pekerja, kebebasan
berpolitik, dan hubungan kemasyarakatan.
c. Faktor utama dalam pekerjaan, meliputi upah, pengawasan, ketentraman kerja,
kondisi kerja, dan kesemptan untuk maju. Selain itu, juga penghargaan
terhadap kecakapan, hubangan sosial didalam pekerjaan, ketetapan dalam menyelesaikan konflik antar manusia, perasaan diperlakukan adil baik yang
menyangkut pribadi maupun tugas.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Caugemi dan Claypool (1978),
menemukan bahwa hal-hal yang menyebabkan rasa puas adalah:
a. Prestasi.
b. Penghargaan.
c. Kenaikan jabatan.
d. Pujian.
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan kerja adalah:
a. Kebijakan perusahaan.
b. Supervisor.
c. Kondisi kerja.
d. Gaji
Pendapat Gilmer (1996), tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan
kerja adalah:
a. Kesempatan untuk maju
Dalam hal ini ada tidaknya kesemptan untuk memperoleh pengalaman dan
peningktan kemampuan selama kerja.
b. Keamanan kerja
Faktor ini disebut sebagai penunjang kepuasan kerja, baik bagi karyawan.
Keadaan yang aman sangat mempengaruhi perasaan karyawan selama kerja.
c. Gaji
Gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan, dan jarang orang
mengespresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperoleh.
d. Perusahaan dan menejemen
Perusahaan dan menejemen yang baik adalah yang mampu memberikan situasi
dan kondisi kerja yang stabil. Faktor ini yang menguntungkan kepuasan kerja
karyawan.
e. Pengawasan
Sekaligus atasannya. Supervisi yang buruk dapat berakibat absensi turn over.
f. Faktor intrinsik dari pekerjaan
Atribut yang ada dalam pekrjaan mensyaratkan keterampilan tertentu. Sukar
dan mudahnya serta kebanggaan akan tugas dapat meningkatkan atau
mengurangi keputusan.
g. Kondisi kerja
Termasuk disini kondisi tepat, fentilasi, penyiaran, kantin dan tempat parkir.
h. Aspek sosial dalam pekerjaan
Merupakan dalam satu sikap yang sulit digambarkan tetapi dipandang sebagai
faktor yang menunjang puas atau tidak puas dalam kerja.
i. Komunikasi
Komunikasi yang lancar antar karyawan dengan pihak menejemen banyak
dipakai alasan untuk menyukai jabatannya. Dalam hal ini adanya kesediaan
pihak atasan untuk mau mendengar, memahami, dan mengakui pendapat
ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas
terhadap kerja.
j. Fasilitas
Fasilitas rumah sakit, cuti, dana pensiun, atau perumahan merupakan standar
suatau jabatan dan apabila dapat dipenuhi akan menimbulakn rasa puas
(Sutrisno, 2011: 77-79).