Tahap Perkembangan Karir (skripsi dan tesis)

Super (Winkel & Sri Hastuti 2013: 632) membagi perkembangan
karir menjadi lima tahap, yaitu :
1) Fase Pengembangan (Growth). Dari saat lahir sampai umur lebih
kurang 15 tahun, dimana anak dimana anak mengembangkan
berbagai potensi, pandangan khas, sikap, minat, dan kebutuhankebutuhan yang dipadukan dalam struktur gambaran diri (selfconcept structure).
2) Fase Eksplorasi (Exploration). Dari umur 15 sampai 24 tahun,
dimana individu memikirkan berbagai alternative jabatan, tetapi
belum mengambil keputusan yang mengikat.
3) Fase Pemantapan (Establishment). Dari umur 25 sampai 44 tahun,
yang bercirikan usaha tekun memantapkan diri melalui seluk beluk
pengalaman selama menjalani karir tertentu.
4) Fase Pembinaan (Maintenance). Dari umur 45 sampai 64 tahun,
dimana individu sudah dewasa menyesuaikan diri dalam
penghayatan jabatannya.
5) Fase Kemunduran (Decline). Pada usia 65 tahun keatas dimana
orang sudah memasuki masa pensiun dan menemukan pola hidup
baru sesudah melepaskan jabatannya tersebut.
Super (Zunker 2012: 167), bahwa kematangan karir dapat diukur
melalui beberapa dimensi yaitu: orientasi terhadap pekerjaan yang akan
ditentukan (dimensi sikap), perencanaan mengenai karir (dimensi
kompetensi), konsistensi prefensi kejuruan karir (dimensi konsistensi),
dan kebijaksanaan prefensi kejuruan karir (dimensi realitas).Sharf
(2010: 227), juga menjelaskan dimensi yang dimaksud adalah: a)
dimensi sikap: berkaitan dengan kekhawatiran dan kepedulian tentang
pilihan dan penggunaan informasi pekerjaan, b) dimensi kompetensi:
informasi spesifik yang dimiliki individu tentang pekerjaan yang dia
masuki, c) dimensi konsistensi: konsistensinya dalam pekerjaan dan
tingkat pekerjaan yang ditekuni, dan d) dimensi realitas: mengacu pada
hubungan antara pilihan dan tingkat pekerjaan.
Dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang sudah siap dengan
fase perkembangan yang dilaluinya, kematangan karirnya juga akan
mengalami kemantapan seiring perjalanan dalam fase kehidupannya.
Erikson (Salkind, 2004: 152) yang menyatakan bahwa individu yang
telah sampai pada tahap kedewasaan akan lebih siap dalam hal
kematangan karir, serta mampu menggambarkan hasil dari tahap
kedewasaannya dengan mengalami proses seperti mampu meyelesaikan
konflik, menetapkan tujuan, dan memaknai sebuah keberhasilan yang
diraihnya dan itu menjadi sebuah upaya sadar yang dilakukan dalam
hidupnya.