Perspektif Pemberdayaan (skripsi dan tesis)

Pemberdayaan SDM dikelola dengan tiga perspektif, yaitu : Perspektif
Performance Management, Perspektif Pengembangan dan Pelatihan (Training and
Development), serta Perspektif Manajemen Karier dan Pengembangan Karier.
Masing-masing perspektif tersebut merupakan fungsi manajemen SDM yang lebih
spesifik dan menjadi konteks keterkaitan untuk pemberdayaan SDM .
1. Kinerja Organisasi atau Unit Kerja/Team Kerja (Performance
Management).
Pemberdayaan SDM amat penting bagi peningkatan kinerja organisasi atau
kinerja unit dan tim kerja. Asumsinya adalah jika seorang karyawan
bertumbuh-kembang dalam pemberdayaan yang maksimal, maka
kinerjanya diharapkan juga meningkat . Kinerja individu karyawan seperti
itu memberikan kontribusi peningkatan kinerja organisasi/perusahaan .
Konsep performance management (kinerja manajemen) sangat menghargai
peran pemberdayaan SDM, karena di dalam konsep itu terdapat beberapa
komponen penting yang terkait dengan peran SDM . Di dalam performance
management tercakup fungsi manajemen SDM khusus yang disebut
performance appraisal atau penilaian kinerja karyawan individual . Dengan
PA tersebut akan dapat diketahui kebutuhan- kebutuhan perbaikan kinerja
(individu karyawan) yang diperlukan untuk memaksimalkan kontribusi
mereka bagi perbaikan kinerja organisasi secara keseluruhan dan
berkelanjutan . Dengan PA itu pula kebutuhan manajemen Karier dan
pengembangan Karier karyawan dapat difasilitasi secara khusus .
2. Pengembangan dan Pelatihan
Pemberdayaan SDM sangat jelas dilakukan dalam kegiatan/program
pengembangan SDM dan pelatihan . Pengembangan karyawan memacu
profesionalisme kerja dan Karier karyawan . Pelatihan dibedakan dari
pengembangan, terutama karena sifat pelatihan lebih membekali dan
memperbaiki kinerja jangka pendek serta memberikan keterampilan yang
diperlukan . Sedangkan pengembangan menyangkut kebutuhan karyawan
dalam peningkatan kompetensi pekerjaan dan profesionalisme kerja jangka
panjang . Pemberdayaan SDM yang dilakukan melalui pendidikan hendak
memberikan bekal pengetahuan dan kompetensi jangka panjang
(Soemarman, 2006. Maximizing Training) . Pelatihan menjadi penting
untuk membekali karyawan baru agar siap dalam mengelola tugas dan
pekerjaannya . Pelatihan juga menjadi penting, karena dapat dimanfaatkan
untuk member kesempatan karyawan memperoleh skills atau keterampilan
kerja yang dapat membantu memperbaiki kinerjanya . Pemberdayaan SDM
dimaksimalkan melalui pelatihan, pendidikan, dan pengembangan.
3. Manajemen Karier dan Pengembangan Karier SDM
Pemberdayaan SDM atau karyawan sangat berguna bagi manajemen Karier.
Di situ pihak perusahaan mengelola program/kegiatan yang mendukung
atau memfasilitasi pengembangan karier karyawan . Pemberdayaan SDM
seharusnya diintegrasikan ke dalam manajemen karier tersebut. Oleh karena
itu, pemahaman tentang manajemen karier harus dicermati dengan baik,
agar pemberdayaan SDM dapat diarahkan kepada pengembangan karier
SDM atau karyawan . Pemberdayaan SDM dengan perspektif manajemen
karier mencangkup pemahaman konsep karier dan definisinya, Faktor
Penentu Karier, Pemilihan dan Keputusan tentang Karier, dan Gambaran
Tahapan Karier serta Pengembangannya .