Model Pemberdayaan (skripsi dan tesis)

Kahn dalam Suwatno dan Priansa (2014:183-185) menawarkan sebuah
model pemberdayaan yang dapat dikembangkan dalam sebuah organisasi untuk
menjamin keberhasilan proses pemberdayaan dalam organisasi .
1. Desire (Keinginan)
Tahap pertama dalam model empowerment adalah adanya mendelegasikan
dan melibatkan pekerja, yang termasuk hal ini antara lain :
a. Pekerja diberi kesempatan untuk mengidentifikasikan permasalahan
yang sedang berkembang.
b. Memperkecil directive personality dan memperluas keterlibatan
pekerja.
c. Mendorong terciptanya perspektif baru dan memikirkan strategi kerja.
d. Menggambarkan keahlian tim dan melatih karyawan untuk mengawasi
sendiri (self control).
2. Trust (Kepercayaan)
Setelah adanya keinginan dari manajemen untuk melakukan pemberdayaan,
langkah selanjutnya adalah membangun kepercayaan antara manajemen
dan karyawan . Adanya saling percaya di antara anggota organisasi akan
tercipta kondisi yang baik untuk pertukaran informasi dan saran adanya rasa
takut . Hal-hal yang termasuk dalam trust antara lain :
a. Memberi kesempatan pada karyawan untuk berpartisipasi dalam
pembuatan kebijakan.
b. Menyediakan waktu dan sumber daya yang mencukupi bagi karyawan
dalam menyelesaikan kerja.
c. Menyediakan pelatihan yang mencukupi bagi kebutuhan kerja.
d. Menghargai perbedaan pandangan dan menghargai kesuksesan yang
diraih karyawan.
e. Menyediakan akses informasi yang cukup.
3. Confident (Kepercayaan Diri)
Langkah selanjutnya setelah adanya saling percaya adalah menimbulkan
rasa percaya diri karyawan dengan menghargai terhadap kemampuan yang
dimiliki oleh karyawan. Hal yang termasuk tindakan yang dapat
menimbulkan Confident antara lain :
a. Mendelegasikan tugas yang penting kepada karyawan.
b. Menggali ide dan saran dari karyawan.
c. Memperluas tugas dan membangun jaringan antar departemen.
d. Menyediakan jadwal job instruction dan mendorong penyelesaian yang
baik.
4. Credibility (Kredibilitas)
Langkah keempat menjaga kredibilitas dengan penghargaan dan
mengembangkan lingkungan kerja yang mendorong kompetisi yang sehat
sehingga tercipta organisasi yang memiliki performance yang tinggi . Hal
yang termasuk Credibility antara lain :
a. Memandang karyawan sebagai partner strategis.
b. Peningkatan target di semua bagian pekerjaan.
c. Memperkenalkan inisiatif individu untukmelakukan perubahan melalui
partisipasi.
d. Membantu menyelesaikan perbedaan-perbedaan dalam penentuan
tujuan dan prioritas.
5. Accountability (Akuntabilitas)
Tahap dalam proses pemberdayaan selanjutnya adalah pertanggung
jawaban karyawan pada wewenang yang diberikan, dengan menetapkan
secara konsisten dan jelas tentang peran, standar, dan tujuan tentang
penilaian terhadap kinerja karyawan, tahap ini seebagai sarana evaluasi
terhadap kinerja karyawan dalam penyelesaian dan tanggung jawab
terhadap wewenang yang diberikan. Hal yang termasuk dalam
Accountability antara lain :
a. Menggunakan jalur training dalam mengevaluasi kinerja karyawan.
b. Memberikan tugas yang jelas dan ukuran yang jelas.
c. Melibatkan karyawan dalam penentuan standard an ukuran.
d. Memberikan bantuan kepada karyawan dalam penyelesaian beban kerja.
e. Menyediakan periode dan waktu pemberian feedback.
6. Communication (Komunikasi)
Langkah terakhir adalah adanya komunikasi yang terbuka untuk
menciptakan saling memahami antara karyawan dan manajemen .
Keterbukaan ini dapat diwujudkan dengan adanya kritik dan saran terhadap
hasil dan prestasi yang dilakukan pekerja . Hal yang termasuk dalam
communication antara lain :
a. Menetapkan kebijakan open door communication
b. Menyediakan waktu untuk mendapatkan informasi dan mendiskusikan
permasalahan secara terbuka.
c. Menciptakan kesempatan untuk crosstraining