Pengertian Pemberdayaan (skripsi dan tesis)

Menurut Sedarmayanti (2013:286), secara harfiah, kata pemberdayaan
dapat diartikan lebih berdaya dari sebelumnya, baik dalam hal wewenang
tanggung jawab maupun kemampuan individual yang dimilikinya.
Pemberdayaan aparatur pemerintah daerah merupakan bagian dari pembangunan
aparatur pemerintah daerah yang meliputi lembaga, tata kerja dan aparatur
pemerintah daerah yang semata-mata diarahkan pada penyelenggaraan
pemerintahan yang bersifat efektif, efisien, serta tanggap terhadap kondisi
wilayah dan perubahan-perubahan yang terjadi pada daerah tersebut
mengabdikan diri untuk kepentingan organisasi.
Menurut Webster dalam Sedarmayanti (2012:59), pengertian
pemberdayaan adalah kata Empower mengandung dua arti. Pengertian pertama
adalah to give power or authority to, dan pengertian kedua berarti to give ability
to or enable. Dalam pengertian pertama, diartikan sebagai memberikan
kekuasaan, mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas kepada pihak
lain. Sedangkan dalam pengertian kedua, diartikan sebagai upaya untuk memberi
kemampuan atau keberdayaan. Pemberdayaan merupakan proses yang
memerlukan perencanaan menyeluruh, pemikiran mendalam tentang mekanisme
pemantauan dan peningkatan secara terus menerus.
Menurut Wellins dalam Sedarmayanti (2016:390) “Empowerment
individual know that their jobs belong to them. Given an say how things are
done, employees feel more responsible. When they feel responsible, they show
more initiative in their work, get more done, and enjoy the work more”. Yang
maknanya adalah karyawan lebih merasa bertanggungjawab, maka mereka akan
menunjukan lebih mempunyai sifat inisiatif, hasil pekerjaannya lebih banyak dan
lebih menikmati pekerjaannya.