Pengertian Komitmen (skripsi dan tesis)

Bagi tiap-tiap orang, komitmen memiliki arti yang bervariasi. Telepas dari
arti yang berbeda itu, ada suatu hal yang mendasar dari komitmen, yaitu “ketika
berkomitmen kepada sesuatu, kau tidak menerima alasan apapun, hanya hasil,”
seperti yang di kemukakan Ken Blanchard, ada perbedaan antara minta dan
komitmen. Ketika berminat melakukan sesuatu, kau hanya melakukannya ketika
keadaannya mendukung. Ketika berkomitmen kepada sesuatu, kau tidak
menerima alasan apapun, hanya hasil (Kaswan, 2015: 115).
Konsep pengertian organisasional dengan tingkat keterlibatan orang dengan
organisasi dimana mereka bekerja dan tertarik untuk tetap tinggal dalam
organisasi tersebut. Pendapat para pakar tentang komitmen sangat bervariasi
menurut sudut pandang masing-masing. Greenberg dan Baron (2003) dalam
memberikan pengertian tentang komitmen organisasional sebagai suatu tingkatan
dimana individu mengindentifikasi dan terlibat dengan organisasinya dan/ atau
tida meninggalkannya (Wibowo, 2016: 187).
Menurut Gibson, Ivancevich, dan Donnelly (2010) menyatakan bahwa
komitmen organisasional melibatkan tiga sikap, yaitu: indentifikasi dengan tujuan
organisasi; perasaan keterlibatan dalam tugas-tugas organisasi; serta perasaaan
loyalitas terhadap organisasi. Hal tersebut berarti pegawai yang berkomitmen
terhadap organisasi memandang nilai dan kepentingan organisasi terintegrasi
dengan tujuan pribadinya. Pekerjaan yang menjadi tugasnya dipahami sebagai
kepentingan pribadi, dan memiliki keinginan untuk selalu loyal demi kemajuan
organisasi.
Menurut Ivancevic, Konopaske, dan Matteson (2008) menyatakan bahwa
komitmen organisasional merupakan suatu rasa indentifikasi, keterlibatan, dan
kesetiaan yang diekspresikan oleh pegawai terhadap organisasinya. Yulk (2006)
menyatakan komitmen organisasi merupakan persetujuan pegawai terhadap
keputusan atau permintaan organisasi dan melakukan usaha yang serius untuk
menjalankan permintaan atau menerapkan keputusan tersebut sesuai dengan
kepentingan organisasi.
Menurut Luthan (2006) menyatakan bahwa sebagai suatu sikap, maka
komitmen organisasional sering didefinisikan sebagai: a) Keinginan yang kuat
untuk tetap menjadi bagian dari onggota organisasi tertentu; b) Keininginan
untuk berusaha keras sesuai keinginan organisasi; c) Keyakinan tertentu, dan
penerimaan nilai dan tujuan organisasi. Dengan kata lain, ini merupakan sikap
yang merefleksikan loyalitas pegawai pada organisasi dan proses berkelanjutan
dimana anggota organisasi mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi dan
keberhasilan serta kemajuan yang berkelanjutan.
Menurut Dessel (2003) menyatakan bahwa komitmen organisasional
merupakan identifikasi pegawai terhadap persetujuan untuk mencapai misi unit
atau missi organisasi. Allen dan Meyer (1997) menyatakan bahwa komitmen
organisasional merupakan keyakinan yang menjadi pengikat pegawai dengan
organisasi tempatnya bekerja, yang ditunjukan dengan adanya loyalitas,
keterlibatan dalam pekerjaan, dan indentifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan
organisasi (Priansa, 2014: 233).