Indikator Komitmen (skripsi dan tesis)

Menurut Mayer dan Allen dalam Luthan (2011), Robbins & Judge (2013),
McShane dan Glinow (2010), komitmen organisasi terdiri atas tiga dimensi:
a. Komitmen afektif
Komitmen afektif menunjukan kuatnya keinginan emosional karyawan untuk
beradaptasi dengan nilai-nilai yang ada agar tujuan dan keinginannya untuk
tetap diorganisasi dapat terwujud. Komitmen efektif dapat timbul pada diri
seseorang karyawan dikarenakan karena adanya: karakteristik individu,
karateristik struktural organisasi, signifikansi tugas, berbagai keahlian, umpan
balik dari pimpinan, dan keterlibatan dalam manajemen. Umur dan lama masa
kerja di organisasi sangat berhubungan positif dengan komitmen efektif.
Karyawan yang memiliki komitmen efektif akan cenderung untuk tetap dalam
satu organisasi karena mereka mempercayai sepenuhnya misi yang dijalankan
oleh organisasi.
b. Komitmen kelanjutan
Komitmen kelanjutan merupakan komitmen yang didasari atas kekawatiran
seseorang terhadap kehilangan sesuatu yang telah diperoleh selama ini dalam
organisasi, seperti: gaji, fasilitas, dan yang lainnya, Hal-hal yang menyebabkan
adanya komitmen kelanjutan, antara lain adalah umur, jabatan, dan berbagi
fasilitas serta berbagai tunjangan yang diperoleh. Komitmen ini akan
menurunkan jika terjadi pengurangan terhadap berbagai fasilitas dan
kesejahteraan yang diperoleh karyawan.
c. Komitmen normatif
Komitmen normatif menunjukan tanggung jawab moral karyawan untuk tetap
tinggal dalam organisasi. Penyebab timbulnya komitmen ini adalah tuntutan
sosial yang merupakan hasil pengalaman seseorang dalam berinteraksi dengan
sesama atau munculnya kepatuhan yang permanen terhadap seorang panutan
atau pemilik organisasi dikarenakan balas jasa, respek sosial, budaya atau
agama (Kaswan, 2014: 126).