Hubungan kepuasan kerja dengan komitmen karyawan (skripsi dan tesis)

Kepuasan kerja erat hubungannya dengan komitmen dimana semakin tinggi
tingkat kepuasan kerja yang dimiliki seorang karyawan akan meningkatkan
komitmennya terhadap perusahaan. Dengan kepuasan kerja yang baik pada suatu
perusahaan apabila seorang karyawan mendapatkan imbalan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dan mendapatkan hal-hal yang menarik bagi karyawan
dipastikan karyawan lebih bersemangat, lebih produktif, dan efisien dalam bekerja
sehingga dapat menimbulkan kepuasan kerja. Kepuasan sangat penting bagi
perusahaan karena berperan untuk mengetahui bagaimana tanggapan positif
karyawan terhadap pekerjaannya, sehingga dapat dijadikan pedoman untuk
meningkatkan komitmen organisasi karyawan.
Kepuasan kerja merupakan bermacam-macam sikap seseorang terhadap
pekerjanya mencerminkan pengalaman yang menyenangkan dan tidak
menyenangkan dalam pekerjaanya serta harapan-harapan terhadap masa depan.
Pekerjaan yang menyenangkan untuk dikerjakan dapat dikatakan pekerjaan itu
dapat memberi kepuasan pemangkunya. Kejadiaan sebaliknya, ketidakpuasan
akan diperoleh bila suatu pekerjaan tidak menyenangkan untuk dikerjakan. Jadi
pada intinya kepuasan kerja adalah sikap seorang terhadap pekerjanya dan
menyingkapi pekerjaannya yang dimiliki (Bangun, 2012: 237).
Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Arrizal (2008); Devi dan Halim
(2013); kartini dan Tukijan (2013); Ridwan (2013); Eddy (2013); Azeem dan
Akhtar (2014); dan Safri dkk (2015), menunjukkan bahwa kepuasan kerja
berpengaruh terhadap komitmen. Namun dalam penelitian Mukhyi dan Sunarti
(2007), menunjukkan bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan
terhadap komitmen.