Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan SelfEfficacy (skripsi dan tesis)

Bandura 1997 (Ormrod, 2008: 23) ada beberapa faktor yang
mempengaruhi perkembangan self-efficacy, diantaranya adalah:
1) Keberhasilan dan Kegagalan Pembelajar Sebelumnya.
Meyakini bahwa mereka mungkin lebih berhasil pada suatu
tugas ketika mereka telah berhasil pada suatu tugas atau tugas lain
yang mirip di masa lalu.
2) Pesan Dari Orang Lain.
Kita juga mampu meningkatkan self-efficacy siswa dengan
memberi mereka alasan-alasan untuk percaya bahwa mereka dapat
sukses di masa depan. Pernyataan-pernyataan seperti “kamu pasti bisa
mengerjakan tugas ini jika anda berusaha”. Meski demikian, pengaruh
prediksi-prediksi optimistik akan cepat hilang, kecuali usaha-usaha
siswa pada suatu tugas benar-benar mendatangkan kesuksesan.
3) Kesuksesan dan Kegagalan Orang Lain
Kita sering membentuk opini mengenai kemampuan kita sendiri
dengan mengamati kesuksesan dan kegagalan orang lain, yang
kemudian hal itu juga akan mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan
diri.
4) Kesuksesan dan Kegagalan Dalam Kelompok yang Lebih Besar
Dapat berpikir secara inteligen dan mendapatkan pemahaman
yang lebih kompleks tentang sebuah topik ketika berkolaborasi dengan
teman sebaya dalam rangka menguasai dan menerapkan materi di
kelas.
Faktor perkembangan dalam self-efficacy ini juga didasari dari
sosial kognitif teori yang telah dikembangkan sebelumnya. Ormrod
(2012: 129) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
pengembangan self-efficacy antara lain termasuk kesuksesan dan
kegagalan seseorang sebelumnya, keadaan emosi saat ini, pesan yang
dikomunikasikan orang lain, keberhasilan dan kegagalan orang lain, dan
keberhasilan dan kegagalan kelompok seseorang secara keseluruhan
Eggen & Kauchak (2010: 298), juga mengklasifikasikan empat
faktor yang mempengaruhi self-efficacy belief, yaitu:
1) Past performance. Berkaitan dengan kinerja pada individu
dengan tugas-tugas yang telah diselesaikannya, dan itu akan
berdampak pada keyakinannya dengan tugas yang akan di hadapi
selanjutnya.
2) Modeling. Berkaitan dengan hasil kinerja dari orang lain yang
baik menjadi acuan dan penyemangat diri untuk bisa menjadikan
hasil karyanya lebih baik lagi.
3) Verbal persuasion. Kata-kata penyemangat atau pujian yang
diberikan kepada seseorang yang telah melakukan suatu
tugasnya dengan baik, dan hal tersebut akan memicu keyakinan
diri yang tinggi bahwa dia bisa melakukan tugas dengan baik.
4) Psychological state. Suatu gambaran fisiologis seperti kecemsan,
kelelahan atau kelaparan, yang akan mempengaruhi kinerja
seseorang itu sendiri.
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa faktor yang
mempengaruhi self-efficacyterdapat beberapa faktor yang
mempengaruhinya. Sejatinya faktor-faktor tersebut bisa menjadikan
sebuah opsi untuk terus berada dalam keyakinan diri bahwa dalam
setiap diri individu pastinya mengalami sebuah keberhasilan mengenai
sesuatu yang telah dipilih dan diyakininya