Aspek Motivasi Karir (skripsi dan tesis)

London (1983: 620) mengelompokkan motivasi karir ke dalam
beberapa aspek komponen utama. Aspek-aspek tersebut diperlukan
untuk memahami bagaimana setiap elemen terkait dengan komitmen
karyawan terhadap organisasi dan kepuasan karir mereka. Komponen
yang dimaksud tersebut adalah:
1) Konsep wawasan karir (Career Insight). Berkaitan dengan
realisme bahwa setiap individu berpikir tentang diri mereka
sendiri dan karir mereka. Mereka yang paham dalam wawasan
karir memiliki persepsi yang realistis dari diri mereka sendiri dan
perusahaan dan berhubungan dengan tujuan karir.
2) Konsep identitas karir (Career Identity). Adalah sejauh mana
karyawan yang bekerja dengan baik pada pekerjaan mereka. Hal
ini terkait dengan kepuasan yang berasal dari pekerjaan saat ini,
keunggulan kerja, dan keinginan untuk pekerjaan yang lebih baik.
3) Ketahanan karir (Career Resilience). Sebagai kemampuan untuk
mengatasi kemunduran karir, berhubungan dengan resistensi
seseorang terhadap gangguan karir dari lingkungan karir yang
optimal.
Menurut Syah (2006: 151), motivasi yang mempengaruhi karir tiap
individu dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1) Motivasi Intrinsik. Merupakan hal dan keadaan yang berasal dari
dalam diri individu sendiri yang dapat mendorongnya melakukan
suatu tindakan. Tindakan dan usaha inilah yang nantiya juga akan
mempengaruhi proses dalam menentukan karir yang akan
dicapainya.
2) Motivasi Ekstrinsik. Merupakan hal dan keadaan yang datang dari
luar individu yangdapat mendorongnya untuk melakukan suatu
kegiatan positif. Hal itu berupa feedbackatau pujian yang poitif
serta hadiah yang berhak mereka terima karena telah melakukannya
dengan baik.
Motivasi instrinsik dan ekstrinsik sangatlah penting dalam
mempengaruhi kesuksesan setiap individu. Dan hal itu tidak dapat
dipisahkan dalam kehidupan manusia dalam kegiatan maupun
kehidupannya sehari-hari. Hal tersebut sependapat dengan Ryan & Deci
(2000: 54) yang menjelaskan bahwa jenis motivasi intrinsik dan
ekstrinsik telah dipelajari secara luas, dan perbedaan di antara keduanya
telah memberi penerangan penting pada praktik perkembangan setiap
individu dan dunia pendidikan.
Donovan (2015) dalam hasil penelitiannya yang dilakukan pada32
siswa yang direkrut dari teman dan keluarga di London, Ontario,
Kanada dengan rentang usia berkisar dari 16 – 27 tahun telah
mengungkapkan bahwa secara luas motivasi dapat mengarahkan pada
kesuksesan, peningkatan pemahaman di lingkungan pendidikan, dan
kehidupan dunia kerja pada nantinya. Sejalan dengan hal tersebut,
penelitian yang telah dilakukan olehMensah & Tawiyah (2016) pada
pekerja pertambangan di Ghana, bahwa terdapat perbedaan signifikan
yang kuat pada motivasi karyawan ketika mereka bekerja dan menerima
upah yang sangat layak mereka merasa sangat dihargai oleh pekerjaan
yang sudah mereka kerjakan, dan hal tersebut akan menjadi dorongan
bagi mereka untuk melakukan sesuatu yang lebih.