Jenis-jenis Motivasi Karir (skripsi dan tesis)

Terdapat sebuah teori yang dikenalkan oleh Ryan dan Deci pada
tahun 1985 mengenai self-determination theory atau SDT. Ryan
&Deci(2000: 68), pendekatan terhadap motivasi merupakan
kecenderungan pertumbuhan yang melekat dan kebutuhan psikologis
merupakan dasar untuk motivasi diri dengan kepribadian yang
integritas, serta untuk kondisi yang mendorong mereka untuk proses
berfikir positif. Banyak alasan atau tujuan yang akan membedakan
jenis-jenis motivasi dengan syarat alasan-alasan tersebut memberikan
dorongan untuk melakukan sebuah tindakan.
Sardiman (2011: 86) menjelaskan motivasi dilihat dari dasar
pembentukannya merupakan motif-motif bawaan dan motif-motif yang
dipelajari, dengan arti: 1) motif bawaan merupakan motif yang dibawa
sejak lahir, motif ini sering disebut motif yang diisyaratkan secara
biologis; 2) sedangkan motif-motif yang dipelajari timbul karena
mempelajari sesuatu sehingga timbul dorongan untuk melakukannya.
Dilihat dari fungsinya, sardiman (2011: 85) juga menjelaskan:
1) Mendorong manusia untuk berbuat. Hal ini sebagai penggerak
untuk melakukan sebuah tindakan.
2) Menentukan arah perbuatan untuk mencapai tujuan yang
dikehendaki.
3) Menyelesaikan perbuatan tentang segala hal yang telah
dimulainya demi mencapai tujuan.
Rusyan, Kusdinar, & Arifin (1994: 123-124) juga menjelaskan
bahwa motivasi memiliki tiga fungsi yaitu:
1) Mendorong timbulnya perbuatan. Tanpa motivasi tidak akan
muncul suatu perbuatan yang akan dikerjakannya.
2) Mengarahkan aktivitas untuk belajar pada peserta didik.
3) Menggerakkan seperti mesin. Besar kecilnya motivasi akan
menentukan cepat atau lambatnya sesuatu hal yang akan
dikerjakan.