Secara garis besar terdapat dua faktor yang berpengaruh terhadap tinggi
rendahnya kemunculan OCB para karyawan, yakni: faktor dari dalam diri individu
dan faktor dari luar diri individu. Hasil dari beberapa studi analisis
mengidentifikasikan bahwa faktor dari luar yang berpengaruh terhadap OCB
diantaranya adalah kepuasan kerja, komitmen organisasi, maupun kepemimpinan.
Karyawan yang merasa puas akan memiliki kinerja dan kehadiran yang lebih baik
daripada karyawan yang kepuasan kerjanya rendah (Luthans, 2006).
Menurut Kuntjoro (2002, dalam Teresia & Suyasa, 2008) karyawan yang
berkomitmen tinggi berkeinginan untuk memberikan tenaga dan tanggung
jawabnya dalam menyokong kesejahteraan dan keberhasilan organisasi tempatnya
bekerja. Sementara salah satu faktor dari dalam individu yang berpengaruh terhadap
OCB adalah kepribadian dan afek positif karyawan. Hasil penelitian Purba dan
Seniati (2004) menunjukkan bahwa emotional instabillity memiliki pengaruh
negatif yang signifikan terhadap dimensi sportsmanship dari OCB. Individu yang
memiliki kestabilan emosi mampu mentolerir ketidaknyamanan dan tidak
mengeluh terhadap kesalahan-kesalahan kecil pihak manajemen yang terjadi di
tempat kerja.
