Dampak-dampak Organizational Citizenship Behavior (skripsi dan tesis)

Beberapa penelitian dilakukan oleh para ahli yang mencoba
menghubungkan antara Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan
beberapa aspek dalam organisasi dalam Novliadi (2007)
a. Keterkaitan OCB dengan kualitas pelayanan
Podsakoff, et al. (1997) secara khusus meneliti tentang keterkaitan
OCB dengan kualitas pelayanan. Dalam peneliti tersebut ditemukan bahwa
organisasi yang tinggi tingkat OCB di kalangan karyawan, tergolong
rendah dalam menerima komplain dari konsumen. Lebih jauh, penelitian
tersebut membuktikan keterkaitan yang erat antara OCB dengan kepuasan
konsumen, semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen pada organisasi
tersebut.
b. Keterkaitan OCB dengan kinerja kelompok
Dalam penelitiannya, George dan Bettenhausen (1990), menemukan
adanya keterkaitan yang erat antara OCB dengan kinerja kelompok.
Adanya perilaku altruistik memungkinkan sebuah kelompok bekerja
secara kompak dan efektif untuk saling menutupi kelemahan masingmasing. Senada dengan temuan dari Podsakoff, dkk (1997) yang juga
menemukan keterkaitan erat antara OCB dengan kinerja kelompok.
Keterkaitan erat terutama terjadi antara OCB dengan tingginya hasil kerja
kelompok secara kuantitas, sementara kualitas hasil kerja tidak ditemukan
keterkaitan yang erat.
c. Keterkaitan OCB dengan turnover
Penelitian yang mencoba menghubungkan OCB dengan turnover
karyawan dilakukan oleh Chen, dkk, mereka menemukan adanya
hubungan terbalik antara OCB dengan turnover. Dari penelitian tersebut
bisa disimpulkan bahwa karyawan yang memiliki OCB rendah memiliki
kecenderungan untuk meninggalkan organisasi (keluar) dibandingkan
dengan karyawan yang memiliki tingkat OCB tinggi.
Dapat disimpulkan pada pemaparan implikasi diatas bahwa OCB
menimbulkan dampak yang positif pada organisasi. Seperti meningkatkan
kualitas pelayanan, meningkatkan kinerja kelompok, dan menurunkan
tingkat turnover. Karena menjadi penting bagi sebuah organisasi untuk
meningkatkan OCB di kalangan karyawannya.