Menurut Rivai dan Sagala ( 2009 ) kinerja merupakan suatu fungsi dari
motivasi dan kemampuan. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan
seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan
tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif
untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang
akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan
perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang
dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan.
Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya
perusahaan untuk mencapai tujuannya. Brahmasari dalam Nitasari ( 2012
) mengemukakan bahwa kinerja adalah pencapaian atas tujuan organisasi
yang dapat berbentuk output kuantitatif maupun kualitatif, kreatifitas,
fleksibilitas, dapat diandalkan, atau hal-hal lain yang diinginkan oleh
organisasi. Penekanan kinerja dapat bersifat jangka pendek maupun jangka
panjang, juga dapat pada tingkatan individu, kelompok ataupun oragnisasi.
Manajemen kinerja merupakan suatu proses yang dirancang untuk
menghubungkan tujuan organisasi dengan tujuan individu, sehingga kedua
tujuan tersebut bertemu. Kinerja juga dapat merupakan tindakan atau
pelaksanaan tugas yang telah diselesaikan oleh seseorang dalam kurun
waktu tertentu dan dapat diukur.
Kinerja menurut Wibowo ( 2010 ) merupakan hasil pekerjaan yang
mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan
konsumen dan memberikan kontribusi pada ekonomi. Dengan demikian
kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari
pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan
bagaimana cara mengerjakannya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja
kualitas dan kuantitas yang dicapai seseorang dan tentang apa yang
dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya sehingga dapat
mempengaruhi produktivitas dan kinerja organisasional secara signifikan.
