Berikut ini indikator rotasi menurut Edwan (2013) adalah :
1. Pengalaman.
Pengalaman dapat dijadikan tolak ukur dilakukannya Rotasi kerja,
karena pengalaman karyawan akan mempengaruhi dengan hasil kerja
karyawan. Apabila karyawan tidak memiliki pengalaman, maka
karyawan tersebut akan diragukan kemampuannya ketika diberikan
pekerjaan yang baru.
2. Pengetahuan.
Tolak ukur lain untuk dilakukan Rotasi kerja yaitu dengan melihat
pengetahuan karyawan. Semakin rendahnya pengetahuan karyawan
akan membuat perusahaan atau organisasi mencarikan cara untuk
mengatasi hal tersebut, salah satu cara ialah dengan rotasi kerja.
3. Kebutuhan.
Rotasi kerja berdasarkan tingkat kebutuhan karyawan dikarenakan
untuk menutupi kekosongan jabatan yang tiba-tiba karyawan
mengundurkan diri, maka organisasi berhak untuk merotasi
karyawannya.
4. Prestasi kerja.
Prestasi kerja merupakan salah satu point utama layak tidaknya Rotasi
kerja. Apabila karyawan memiliki prestasi kerja yang kurang baik,
maka karyawan tersebut akan diragukan oleh organisasi untuk
melakukan pekerjaan. Sehingga karyawan tersebut akan ditempatkan
sesuai posisi yang tepat sesuai dengan prestasi karyawan tersebut.
5. Tanggung jawab.
Tanggung jawab juga merupakan salah satu point utama dikarenakan ap
abila karyawan tidak mempunyai rasa tanggung jawab yang baik
dengan pekerjaannya, maka karyawan tersebut akan menjadi tidak
beraturan kerjanya atau asal-asalan,sehingga berpengaruh terhadap
pencapaian hasil target dari perusahaan.
