Umur Piutang (skripsi dan tesis)

Dyckman, Dukes dan Davis (2001:312) mengatakan bahwa
pendekatan umur piutang mengkategorikan setiap piutang usaha
menurut umurnya (aging schedule) dan menerapkan persentase
kerugian penagihan historis terhadap setiap kategori umur untuk
menentukan saldo akhir penyisihan yang diperlukan.
Kategori umum ini didasarkan atas lamanya piutang melampaui
batas penagihan Suatu piutang melampaui batas bila tidak dapat tertagih
sampai akhir periode yang telah ditentukan dalam ketentuan kredit.
Sebagai contoh, suatu piutang yang berasal dari penjualan tanggal 1
November dengan syarat 2/10, n/30 jatuh tempo tanggal 1 Desember.
Apabila piutang tetap belum dibayar pada tanggal 31 Desember,
analisis umur mengklasifikasi piutang ini sebagai melampaui batas
penagihan selama 30 hari.
Perhitungan umur piutang dapat dilakukan dengan dua cara
(Dyckman, Dukes dan Davis, 2001:314):
1) Umur piutang dihitung dari tanggal jatuh tempo ke tanggal 31
Desember. Karena ada kemungkinan terdapat piutang yang belum
jatuh tempo maka biasanya pengelompokannya meliputi piutang
yang belum jatuh tempo dan yang sudah lewat waktu. 2) Umur piutang dihitung dari tanggal faktur ke tanggal 31 Desember.
Karena umur piutang dihitung dari tanggal faktur, maka umumnya
pengelompokan umur piutang berdasarkan jumlah hari.