Sumber dan Penggunaan Kas (skripsi dan tesis)

Munawir (2010:70) menyatakan bahwa sumber dan
penerimaan kas dalam suatu perusahaan pada dasarnya berasal
dari :
1. Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap baik
yang berwujud maupun tidak berwujud (intangible asset)
atau adanya penurunan aktiva tidak lancar yang diimbangi
dengan penurunan kas.
2. Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya
penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk
kas.
3. Pengeluaran surat tanda bukti utang, baik jangka pendek
(wesel) maupun utang jangka panjang (utang obligasi, utang
hipotek, atau utang jangka panjang yang lain) serta
bertambahnya utang yang diimbangi dengan penerimaan kas.
4. Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga atau deviden dari
investasinya, sumbangan atau hadiah maupun adanya
pengembalian kelebihan pembayaran pajak pada periodeperiode sebelumnya.
Menurut Munawir (2010:,70), adapun penggunaan atau
pengeluaran kas dapat disebabkan oleh adanya transaksitransaksi sebagai berikut :
1. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka
pendek maupun jangka panjang serta pembelian aktiva tetap
lainnya.
2. Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya
pengembalian perusahaan oleh pemilik perusahaan.
3. Pelunasan pembayaran angsuran utang jangka pendek
maupun utang jangka panjang.
4. Pembelian barang dagangan secara tunai, adanya pembayaran
biaya operasi yang meliputi upah dan gaji, pembelian
supplies kantor, pembayaran sewa, bunga, premi asuransi,
advertensi, dan adanya persekot-persekot biaya maupun
persekot pembelian.
5. Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden (bentuk
pembagian laba lainnya secara tunai), pembayaran pajak,
denda-denda dan sebagainya.
6. Adanya kerugian operasi perusahaan, terjadinya kerugian
dalam perusahaan dalam mengakibatkan berkurangnya kas
atau menimbulkan utang yang bila diperlukan dana untuk
menutup kerugian tersebut.
Menurut Riyanto (2005:346), dari laporan neraca dan
laporan laba-rugi, elemen-elemen yang dapat memperbesar kas
perusahaan adalah :
1. Berkuranngnya aktiva lancar selain kas
Berkuranngnya aktiva selain kas berarti bertambahnya kas
berkurangnya barang (inventory) dapat terjadi karena
terjualnya barang tersebut, dan hasil penjualan merupakan
sumber dana/kas bagi perusahaan. Berkurangnya piutang,
hal ini berarti piutang telah dibayar dan penerimaan piutang
merupakan penambahan dana/kas yang diterima perusahaan
yang bersangnkutan. Demikian pula berkurangnya suratsurat berharga, hal ini berarti bahwa saham tersebut terjual
dan hasil penjualan tersebut merupakan sumber dana/kas
perusahaan.
2. Berkurangnya aktiva tetap
Seperti halnya berkurangnya aktiva selain aktiva lancar,
berkurangnya aktiva tetap juga merupakan sumber dana/kas
bagi perusahaan yang bersangkutan. Berkurangnya aktiva
tetap (bruto) berarti sebagian dari aktiva tetap harus dijual
dan hasil dari penjualannya merupakan sumber dana/kas.
Karena berkurangnya aktiva tetap (netto) tersebut berarti
memicu adanya depresiasi dalam tahun yang bersangkutan
yang merupakan sumber penerimaan dana/kas.
3. Bertambahnya setiap jenis hutang
Bertambahnya hutang, baik hutang lancar maupun hutang
jangka panjang merupakan sumber penerimaan dana/kas,
bertambahnnya hutang berarti menambah kas yang diterima
oleh perusahaan yang bersangkutan.
4. Bertambahnya modal
Bertambahnya modal misalnya disebabkan adanya emisi
saham baru dan hasil penjualan saham baru tersebut
merupakan sumber dana.
5. Adanya keuntungan dari operasi perusahaan
Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan bersih dari
opersinya berarti bahwa ada tambahan dana bagi perusahaan
yang bersangkutan.
6. Penyusutan
Penyusutan merupakan biaya non-kas berupa penyisishan
dana untuk cadangan pembelian aktiva tetap. Dana ini bisa
dimanfaatkan olrh perusahaan sebagai sumber penerimaan
dana/kas.
Menurut Riyanto (2005), dari laporan neraca dan laporan
laba-rugi, elemen-elemen yang dapat memperkecil kas
perusahaan adalah :
1. Bertambahnya aktiva lancar
Kas akan berkurang bila ada tambahan aktiva lancar,
misalnya persediaan bertambah berarti memerlukan uang
untuk membeli persediaan sehingga kas berkurang. Piutang
bertambah memerlukan kas untuk menambah investasi pada
piutang. Sekuritas bertambah berarti adanya pembelian
sekuritas yang memerlukan uang kas sehingga dapat
mengurangi jumlah kas.
2. Bertambahnya aktiva tetap
Demikian pula bila ada tambahan aktiva tetap berarti ada
pembelian aktiva tetap. Pembelian aktiva tetap memerlukan
kas, maka uang kas akan berkurang akibat penambahan
aktiva tetap tersebut.
3. Berkurangnya semua hutang
Apabila hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang
berkurang hal ini berarti bahwa ada sebagian hutang yang
dibayar.Untuk membayar hutang diperlukan uang kas,
sehingga kas menjadi berkurang.
4. Berkurangnya modal
Apabila modal berkurang hal ini berarti pemilik mengambil
dana dari perusahaan, sehingga kas menjadi berkurang.
5. Rugi operasi
Apabila perusahaan memperoleh laba maka dapat
menambah kas, akan tetapi apabila perusahaan mengalami
rugi maka kerugian tersebut harus ditutup dengan kas,
sehingga mengurangi kas.
6. Pembayaran deviden
Deviden yang dibayarkan kepada pemilik membutuhkan
uang tunai, sehingga pembayaran deviden tersebut akan
mengurangi kas.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
sumber dan penerimaan kas adalah kegiatan atau transaksi
perusahaan yang menyebabkan bertambahnya dana/kas
perusahaan. Bertambahnya dana/kas perusahaan berasal dari
hasil penjualan aktiva lancar maupun aktiva tetap, penambahan
hutang jangka pendek maupun jangka panjang dari pihak lain,
serta penerimaan dari pendapatan maupun sewa, baik bunga
maupun deviden. Sedangkan penggunaan kas dapat disimpulkan
bahwa transaksi atau kegiatan yang berdampak terhadap
berkurangnya dana/kas perusahaan. Berkurangnya dana/kas
perusahaan dapat disebabkan oleh pembelian saham atau
obligasi, penarikan kembali sahan yang beredar, pelunasan
angsuran hutang jangka pendek maupun jangka panjang,
pembelian barang dagangan, pembayaran biaya operasi dan
pembayaran deviden, serta adanya rugi operasi.