Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Persediaan Kas (skripsi dan tesis)

Menurut Kasmir (2010:40), kas merupakan komponen aset
lancar paling dibutuhkan guna membayar kebutuhan yang
diperlukan. Jumlah kas yang ada di perusahaan harus diatur
sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk
menentukan berapa jumlah kas yang sebaliknya harus
dipertahankan dalam perusahaan, belum ada standart rasio yang
bersifat umum. Meskipun demikian ada beberapa standart
tertentu yang dapat digunakan sebagai pedoman didalam
menentukan jumlah kas yang harus dipertahankan oleh suatu
perusahaan. Jumlah kas pada suatu perusahaan dapat
dipertahankan dengan besarnya jumlah aktiva lancar ataupun
utang lancar. Dalam bukunya Riyanto (2008:95), disebutkan
bahwa jumlah kas yang ada di perusahaan hendaknya tidak
kurang dari 5% − 10% dari jumlah aktiva lancar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya
persediaan minimal kas menurut Riyanto (2008:95-97) yaitu :
1. Perimbangan antara arus kas masuk dengan arus kas keluar
Adanya perimbangan yang baik mengenai kuantitas
maupun waktu antara arus kas masuk dengan arus kas keluar
dalam suatu perusahaan berarti bahwa pengeluaran kas baik
mengenai jumlah maupun mengenai waktunya akan dapat
dipenuhi dari penerimaan kasnya, sehingga perusahaan tidak
perlu mempunyai persediaan kas yang besar. Adanya
perimbangan tersebut antara lain disebabkan karena adanya
kesesuaian syarat pembelian dengan cara penjualan. Ini
berarti bahwa pembayaran hutang akan dapat dipenuhi
dengan kas yang berasal dari hasil penjualan produksinya.
2. Penyimpangan terhadap arus kas yang diperkirakan
Untuk menjaga likuiditas perlu membuat perkiraan
mengenai aliran kas dalam perusahaan. Apabila arus kas
selalu sesuai dengan estimasinya, maka perusahaan tidak
menghadapi kesulitan likuiditas. Bagi perusahaan ini tidak
perlu mempertahankan adanya persediaan minimal kas yang
besar, apabila perusahaan tersebut sering menjalani
penyimpangan dari yang diestimasikan. Penyimpangan yang
merugikan dalam arus kas keluar misal adalah adanya
pemogokan, banjir, angin ribut dan bencana alam lainnya.
3. Adanya hubungan baik dengan bank
Apabila perusahaan telah berhasil membina hubungan baik
dengan bank, maka akan mempermudah baginya untuk
mendapatkan kredit dalam menghadapi kesukaran
financialnya baik yang disebabkan karena adanya peristiwa
yang tidak diduga maupun yang dapat diduga sebelumnya.
Bagi perusahaan ini tidak perlu mempunyai persediaan kas
yang besar.