Perputaran Piutang (skripsi dan tesis)

Piutang adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain yang nantinya akan
dimintakan pembayarannya jika sudah sampai pada waktunya. Biasanya tagihan
ini tidak dibuat dalam satu perjanjian khusus sebagaimana yang diatur oleh
peraturan hukum yang berlaku, sehingga kurang memberi kemungkinan untuk
diperjual belikan. Dengan demikian tagihan semacam ini sedikit banyak juga
kurang (Munandar,2006 dalam Ananda, 2017)
Definisi piutang menurut Bambang Riyanto (2008) dalam Supriyanto
dkk (2016) menyatakan bahwa piutang merupakan elemen modal kerja yang juga
selalu didalam keadaan berputar secara terus-menerus dalam rantai perputaran
modal kerja. Makin besar jumlah piutang suatu perusahaan, maka semakin besar
resiko tetapi sejalan dengan itu juga dapat memperbesar profitabilitas. Perputaran
piutang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur beberapa lama
penagihan piutang selama satu periode atau beberapa kali dana yang ditanamkan
dalam piutang ini berputar dalam satu periode (Kasmir, 2002).
Rasio perputaran piutang mengukur berapa kali rata-rata piutang dapat
tertagih selama satu periode. Pengelolaan piutang suatu perusahaan dapat dilihat
dari tingkat perputaran piutangnya, dimana tingkat perputaran piutang merupakan
periode terikatnya modal kerja dalam piutang. Piutang sebagai unsur modal kerja
dalam kondisi berputar, yaitu dari kas, proses komoditi, penjualan, piutang dan
kembali ke kas. Makin cepat perputaran makin baik kondisi keuangan perusahaan.
Periode perputaran piutang tergantung pada panjang pendeknya ketentuan waktu
yang dipersyaratkan dalam syarat pembayaran kredit. Disisi lain, syarat
pembayaran kredit juga akan mempengaruhi tingkat perputaran piutang di mana
tingkat perputaran piutang menggambarkan berapa kali modal yang tertanam
dalam piutang berputar dalam satu tahun (Deni, 2013).
Perputaran piutang bertujuan untuk mengetahui berapa kali piutang
tersebut dapat tertagih ke dalam perusahaan. Nilai dari perputaran piutang
tergantung dari syarat pembayaran piutang tersebut. Makin lunak atau makin lama
syarat pembayaran yang ditetapkan berarti makin lama modal terikat dalam
piutang