Perputaran Kas (skripsi dan tesis)

Menurut Kieso, et al (2007 dalam Soetama, dkk, (2017) kas adalah aktiva
yang paling rentan disalahgunakan. Untuk melindungi kas dan menjamin
keakuratan catatan akuntansi untuk kas, dibutuhkan pengendalian internal yang
efektif atas kas. Manajemen biasanya menghadapi dua masalah akuntansi untuk
transaksi kas:
a. Pengendalian yang tetap harus ditetapkan untuk menjamin bahwa tidak
ada transaksi yang tidak diotorisasi dicatat oleh pejabat atau karyawan.
b. Menyediakan informasi yang diperlukan untuk mengelola kas yang ada
ditangan dan transaksi kas dengan tepat.
Menurut Standart Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 2 Tahun 2009
dalam Supriyanto, dkk (2016), laporan arus kas melaporkan arus kas selama
periode tertentu dan diklarifikasikan menurut aktivitas, operasi, investasi,
pendanaaan. Laporan arus kas adalah salah satu dari tiga laporan yang disusun
oleh perusahaan. Tujuan arus kas adalah analisis yang menjelaskan bagaimana kas
disediakan dan dipakai selama satu periode dan digunakan untuk menilai kinerja
keuangan perusahaan. Laporan dibutuhkan karena :
a. Kadang ukuran laba menggambarkan kondisi perusahaan yang
sesungguhnya.
b. Seluruh informasi mengenai kinerja perusahaan selama periode tertentu
dan dapat diperoleh lewat laporan ini.
c. Dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi arus kas perusahaan
dimasa mendatang.
Perputaran kas merupakan periode berputarnya kas yang dimulai pada saat
kas dinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat kembali menjadi kaskas sebagai unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya (Menuh, 2008
dalam Purnawati, & Sufiana, 2014).
Tingkat perputaran kas merupakan ukuran efisiensi penggunaan kas
dilakukan perusahaan,karena tingkat perputaran kas menggambarkan kecepatan
arus kas yang telah ditanamkan didalam modal kerja menjadi kas kembali. Rasio
ini menunjukkan efektivitas manajemen dalam mengelola aset yang digunakan
oleh perusahaan. Dengan menghitung tingkat perputaran kas akan dapat diketahui
sampai sejauh mana tingkat efisiensi yang dapat dicapai perusahaan dalam
mengelola kas untuk mencapai tujuan dari perusahaan itu sendiri.
Yang dimaksud dengan perputaran kas adalah berapa kali kas berputar
dalam suatu periode tertentu melalui penjualan barang atau jasa. Tingkat
perputaran kas merupakan periode berputarnya kas yang dimulai pada saat kas
diinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat kembali menjadi kas
sebagai unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Ini berarti
semakin besar jumlah kas yang dimiliki perusahaan berarti besar kemungkinan
akan semakin rendah perputarannya