Perputaran Modal Kerja (skripsi dan tesis)

Modal kerja sangat dibutuhkan dalam menjalankan kegiatan suatu
perusahaan, dan modal kerja sangat penting dalam menunjang kelancaran
kegiatan operasi perusahaan, sehingga perusahaan dapat berjalan dengan baik
secara berkesinambungan (Lukman dan Dira, 2009 dalam Purnawati &
Sufiana, 2014).
Penggunaan modal kerja akan mengakibatkan perubahan bentuk maupun
menurunnya jumlah aktiva lancar yang dimiki oleh perusahaan. Penggunaan
aktiva lancar tidak selalu menyebabkan turunnya atau berubahnya jumlah modal
kerja yang dimiliki oleh perusahaan. Menurut Munawir (2007) dalam Prakoso,
dkk, (2014) pada umumnya sumber modal kerja perusahaan dapat berasal dari:
a. Hasil operasi perusahaan, adalah jumlah net income yang tampak dalam
laporan perhitungan laba-rugi ditambah dengan depresiasi dan amortisasi.
Dengan adanya laba dari operasi perusahaan, apabila tidak diambil, maka
laba tersebut akan menambah modal perusahaan yang bersangkutan.
b. Keuntungan dari penjualan surat berharga jangka pendek. Dengan adanya
penjualan surat berharga ini menyebabkan terjadinya perubahan unsur
modal kerja yaitu dari bentuk surat berharga menjadi kas. Penjualan aktiva
tidak lancar. Sumber lain yang dapat menambah modal kerja adalah hasil
penjualan aktiva tetap, investasi jangka panjang dan aktiva tidak lancar
lainnya yang tidak diperlukan lagi oleh perusahaan. Perubahan dari aktiva
ini menjadi kas atau piutang akan menyebabkan bertambahnya modal
kerja sebesar hasil penjualan tersebut.
c. Penjualan saham atau obligasi. Untuk menambah dana atau modal kerja
yang dibutuhkan, perusahaan dapat pula mengadakan emisi saham baru
atau meminta kepada para pemilik perusahaan untuk menambah
modalnya. Di samping itu, perusahaan dapat juga mengeluarkan obligasi
atau bentuk hutang jangka panjang lainnya untuk memenuhi kebutuhan
modal kerjanya.
Perputaran modal kerja atau working capital turn over merupakan salah
satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan
selama periode tertentu. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama
satu periode atau dalam satu periode (Supriyanto, dkk, 2016).