Pengaruh Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas (skripsi dan tesis)

Menurut Horngren dan Harrison, (2007:170), perputaran
persediaan (inventory turnover) mengukur berapa kali suatu
perusahaan menjual rata-rata tingkat persediaannya selama tahun
berjalan. Menurut Munawir, (2004:33) profitabilitas menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode
tertentu pada tingkat penjualan, asset dan modal saham tertentu.
Secara teori Kasmir (2010:65) menyatakan bahwa semakin
tinggi suatu tingkat perputaran persediaan akan memperkecil resiko
terhadap kerugian dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Dengan
semakin tinggi tingkat perputaran persediaan maka semakin tinggi pula
tingkat perputaran dana yang tertanam pada persediaan. Artinya jumlah
persediaan dalam perusahaan kecil, sehingga mempengaruhi kenaikan
laba. Sebaliknya apabila jumlah persediaan terlalu tinggi dalam
perusahaan maka menimbulkan banyak kerugian karena dana yang
tertanam dalam persediaan besar. Artinya tingkat perputaran persediaan
sangat kecil dan sangat berpengaruh terhadap turunnya laba. Hal ini
juga diperkuat dengan teori yang dikemukakan oleh Munawir (2010)
menyatakan bahwa semakin rendah tingkat perputaran persediaan akan
memperbesar resiko terhadap kerugian yang disebabkan karena
peningkatan harga atau karena perubahan selera konsumen, di samping
itu akan menambah ongkos penyimpanan dan pemeliharaan terhadap
persediaan tersebut.