Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas (skripsi dan tesis)

Perputaran kas menurut Riyanto (2010:92), merupakan
kemampuan kas dalam menghasilkan pendapatan sehingga dapat
dilihat berapa kali uang kas berputar dalam satu periode tertentu.
Menurut Riyanto (2010:95) mendefinisikan bahwa perputaran kas
adalaha perbandingan antara penjualan dengan jumlah kas rata-rata.
Menurut Kasmir (2012:189), perputaran piutang menunjukkan berapa
kali suatu perusahaan menagih piutangnya dalam satu periode atau
kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu
periode tertentu. Menurut Horngren dan Harrison, (2007:170),
perputaran persediaan (inventory turnover) mengukur berapa kali
suatu perusahaan menjual rata-rata tingkat persediaannya selama
tahun berjalan. Menurut Munawir, (2004:33) profitabilitas
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
selama periode tertentu pada tingkat penjualan, asset dan modal saham
tertentu.
Penelitian yang dilakukan oleh Bramasto (2008), menyatakan
bahwa profitabilitas yang tinggi akan dapat mendukung kegiatan
operasional secara maksimal. Tinggi rendahnya profitabilitas
dipengaruhi banyak faktor seperti modal kerja. Dalam melakukan
aktivitas operasionalnya setiap perusahaan akan membutuhkan potensi
sumber daya, salah satunya adalah modal, baik modal kerja seperti
kas, piutang, persediaan dan modal tetap seperti aktiva tetap. Modal
merupakan masalah utama yang akan menunjang kegiatan operasional
perusahaan dalam rangka mencapai tujuannya.
Tingkat perputaran kas, perputaran piutang, dan perputaran
persediaan akan selalu mempengaruhi jumlah penjualan yang
dihasilkan. Pada saat perputaran mengalami peningkatan maka akan
memberikan peningkatan terhadap profitabilitas. Hasil penelitian
Jauhari (2016) serta Sufiana dan Purwati (2010), yang menyatakan
bahwa secara simultan perputaran persediaan, perputaran piutang dan
perputaran kas berpengaruh positif terhadap profitabilitas.