Jenis Piutang (skripsi dan tesis)

Deboro Siahaan (2010) menyebukan bahwa untuk tujuan pelaporan
keuangan, piutang diklarifikasikan sebagai lancar (jangka pendek) dan tidak
lancar (jangka panjang). Piutang lancar (current receivable) diharapkan akan
tertagih dalam satu tahun selama satu siklus operasional. Sedangkan selain itu
dikatakan sebagai piutang tidak lancar.
Di dalam praktik bisnis, Johan (2009) mengemukakan ada beberapa
jenis piutang, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Piutang Usaha
Piutang dagang adalah piutang yang terjadi karena transaksai penjualan
barang atau jasa secara kredit yang pada umumnya berjangka waktu 1
tahun, sehingga dalam laporan posisi keuangan dicantumkan ke dalam
kelompok aktiva lancar. Jumlah piutang usaha harus dapat ditagih oleh
perusahaan dalam termin penjualan ang ditetapkan oleh perusahaan.
2. Piutang Wesel
Piutang wesel terjadi karena transaksi penjualan secara kredit maupun
transaksi peminjaman uang. Terdapat perbedaan antara piutang usaha
dengan piutang wesel. Dalam piutang wesel, debitur membuat janji
tertulis kepada kreditur untuk membayar sejumlah uang dalam surat
tersebut untuk jangka waktu yang telah ditentukan. Jangka waktu
pembayaran piutang wesel bervariasi, namun pada umumna paling cepat
adalah 60 hari. Piutang wesel yang berjangka waktu kurang dari satu
tahun dicatat dalam laporan posisi keuangan sebagai aktiva lancar, jika
jangkanya lebih dari satu tahun dicatat sebagai piutang jangka panjang.
3. Piutang Lain-lain
Piutang lain-lain merupakan tagihan perusahaan kepada pihak lain yang
tidak termasuk dalam piutang usaha dan piutang wesel. Yang termasuk
dalam piutang lain-lain adalah piutang karyawan perusahaan, piutang
terhadap cabang-cabang perusahaan dan piutang terhadap direksi.