Kebijaksanaan Pengumpulan Piutang (skripsi dan tesis)

Di dalam mengumpulkan piutang-piutang perusahaan memerleukan
suatu prosedur kebijaksanaan pengumpulan piutang. Sebagian dari efektifitas
perusahaan dalam menerapkan kebijaksanaan piutangnya dapat dilihat dari
jumlah kerugian piutangnya karena jumlah piutang yang dianggap sebagai
kerugian tersebut tidak hanya tergantung pada kebijaksanaan pengumpulan
piutang tetapi juga kepada kebijaksanaan-kebijaksanaan penjualan kredit yang
diterapkan.
Menurut Nurafiah (2014) apabila perusaaan akan mengubah
kebijakan manajemen piutang, misalnya diberikan potongan tunai (cash back)
bagi debitur yang membayar pada periode tertentu, makan akan terjadi
perubahan sebagai berikut:
1. Hari rata-rata pengumpulan piutang (average collection period)
diharapkan akan berkurang, karena debitur yang tadinya memperoleh
potongan tunai, sekarang dapat memanfaatkannya. Hal ini berarti terjadi
pembayaran lebih awal sehingga perusahaan akan mempunya kesembapat
lebih awa untuk menggunakan dana tersebut.
2. Kerugian piutang (bad debts) diharapkan akan menurun pula karena
banyaknya pelanggan yang menggunakan potongan tunai yang ditawarkan
perusahaan, maka kerugian piutang akan semakin berkurang sehingga
dapat menambah keuntungan perusahaan
3. Aspek negatif dari potongan tunai adalah menurunnya sumber dana yang
berasal dari penerimaan piutang bilamana semakin banyak pelanggan yang
memanfaatkan potongan tunai yang ditawarkan perusahaan.