Jenis-jenis Piutang (skripsi dan tesis)

Piutang merupakan aktiva lancar yang diharapkan dapat
dikonversi menjadi kas dalam waktu satu tahun dalam satu periode
akuntansi. Piutang pada umunya timbul dari hasil usaha pokok
perusahaan. Namun selain itu piutang juga dapat timbul dari
adanya usaha diluar kegiatan pokok perusahaan. Menurut
Manullang (2005:36) mengklasifikasikan piutang sebagai berikut:
1. Piutang usaha
Piutang usaha merupakan segala tagihan dari penjualan
barang-barang atau jasa yang dilakukan secara kredit oleh
perusahaan. Jika tagihan itu didukung dengan tagihan tertulis
oleh debitor kepada perusahaan untuk membayar pada suatu
tangal tertentu, piutang tersebut adalah piutang wesel.
2. Piutang lain-lain
Piutang lain-lain merupakan tagihan yang tidak berasal dari
penjualan barang maupun jasa dalam kegiatan normal
perusahaan.
Menurut Kieso, et al. (2008:346), piutang digolongkan
dengan dua cara, yaitu sebagai berikut :
1. Untuk tujuan laporan keuangan
a. Piutang lancar/Jangka Pendek
Piutang ini diharapkan akan tertagih dalam waktu satu
tahun atau selama satu siklus operasi berjalan.
b. Piutang Tidak Lancar/Jangka Panjang
Piutang yang akan tertagih dalam waktu lebih dari satu
tahun atau lebih dari satu siklus operasi berjalan.
2. Diklasifikasikan dalam Neraca
a. Piutang Dagang
Piutang dagang merupakan jumah terhutang oleh
pelanggan untuk barang dan jasa yang telah diberikan
sebagai bagian dari operasi bisnis normal. Piutang dagang
biasanya paling signifikan dimiliki perusahaan. Piutang
dagang diklasifikasikan menjadi Piutang Usaha dan Wesel
Tagih.
b. Piutang Non Dagang
Piutang non dagang berasal dari berbagai transaksi dan
dapat berupa janji tertulis untuk membayar atau
mengirimkan sesuatu. Piutang ini timbul dari berbagai
transaksi uang muka kepada karyawan dan staf, uang
muka kepada anak perusahaan, deposito untuk menutup
kemungkinan kerugian dan kerusakan, depodito sebagai
jaminan penyediaan jasa atau pembayaran, piutang
dividen dan bunga serta klaim terhadap perusahaan
asuransi untuk kerugian dipertangguhkan, terdakwa dalam
suatu perkara hukum, serta badan-badan pemerintah untuk
pengembalian pajak.