Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Piutang (skripsi dan tesis)

Piutang merupakan aktiva yang paling penting dalam
perusahaan. Besar kecilnya piutang dipengaruhi oleh beberapa
faktor. Faktor tersebut diantaranya adalah seperti yang telah
dikemukakan oleh Sutrisno (2008 : 55) sebagai berikut:
1. Besarnya Volume Penjualan Kredit
Volume penjualan kredit yang diberikan kepada pelanggan
akan ikut menentukan besar kecilnya investasi dalam piutang.
Semakin besar volume penjualan kredit akan semakin besar
investasi pada piutang. Demikian sebaliknya bila volume
penjualan kredit maka akan menurunkan investasi pada
piutang.
2. Syarat pembayaran
Dalam penjualan kredit selalu tertera kapan piutang tersebut
jatuh tempo dan apakah ada diskon yang diberikan. Misalnya
ada syarat pembayaran 5/10-n/60, artinya bila piutang
dibayar paling lambat 10 hari dari tanggal penjualan akan
diberikan diskon 5%, dan batas akhir pembayaran selama 60
hari. Semakin panjang jangka waktu kredit yang diberikan
semakin besar investasi pada piutang.
3. Ketentuan tentang pembatasan kredit (plafon kredit)
Pada sistem penjualan kredit, masing-masing pelanggan akan
diberikan batas maksimal kredit yang bisa diambil (plafon
kredit) untuk masing-masing pelanggan harus sama, tetapi
tergantung dari besarnya usaha yang dimiliki oleh pelanggan
dan tingkat kepercayaan perusahaan kepada pelanggan.
Semakin besar plafon kredit yang diberikan untuk pelanggan
semakin besar investasi untuk piutang.
4. Kebiasaan Pembayaran Pelanggan
Telah disebutkan diatas bahwa dalam syarat pembayaran
biasanya menawarkan diskon atau potongan bila dibayar
lebih awal. Apabila kebiasaan pelanggan dalam membayar
memanfaatkan diskon, maka investasi pada piutang semakin
kecil. Tetapi apabila kebiasaan pelanggan membayar saat
jatuh tempo investasi pada piutang semakin besar.
5. Kebijakan dalam Penagihan Piutang
Kebijakan dalam penagihan piutang, secara aktif maupun
pasif, dapat dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan yang
menjalankan kebijakan aktif dalam menagih piutang akan
mempunyai pengeluaran dana yang lebih besar untuk
membiayai aktivitas ini, namun dapat memperkecil resiko
tidak tertagihnya piutang. Perusahaan juga berharap agar
pelanggan menyetor pembayaran hutang tepat waktu.
Kebijakan ini ditempuh dengan cara menagih secara langsung
dan memberi peringatan dengan mengirim surat kepada
pelanggan.