Pengertian Piutang (skripsi dan tesis)

Menurut Riyanto (2013:85), piutang merupakan elemen
modal kerja yang juga selalu dalam keadaan berputar secara terus
menerus dalam rantai perputaran modal kerja. Dalam keadaan
normal, piutang mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi daripada
persediaan, karena perputaran piutang ke kas hanya mempunyai
satu langkah saja agar dapat menjadi uang tunai.
Menurut Hongren dan Horrison (2007:434), piutang
merupakan klaim penjual atas nilai transaksi yang terjadi. Piutang
Dagang Menurut Soemarso (2009: 349), piutang dagang kadangkadang disebut piutang usaha : piutang yang berasal dari penjualan
barang atau jasa yang merupakan kegiatan usaha normal
perusahaan. Sedangkan Sutrisno (2009:55), memberikan
pengertian piutang dagang adalah tagihan perusahaan kepada pihak
lain sebagai akibat dari penjualan secara kredit.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa
nilai keunggulan bersaing dapat dicapai melalui efesiensi dan
efektifitas dari seluruh kegiatan perusahaan yang mana salah satu
usahaanya yaitu dengan melakukan penjulan kredit, sehingga
menyebabkan timbulnya piutang bagi perusahaan. Piutang tersebut
berupa penagihan kepada pihak ketiga yang akan dilunasi pada
jatuh tempo. Pemberian kredit kepada pembeli barang dan jasa
umumnya dilakukan oleh perusahaan untuk memperbesar
penjualan dan meningkatkan laba.
Adanya penjualan yang dilakukan secara kredit akan
mempengaruhi pada tingkat likuiditas perusahaan tersebut. Sistem
penjualan tunai akan menyebabkan modal kerja menjadi likuid,
sedangkan sistem penjualan kredit menyebabkan modal kerja
kurang likuid, karena menimbulkan piutang sehingga memerlukan
waktu jatuh tempo untuk likuid.