Biaya Atas Piutang (skripsi dan tesis)

Dengan dilaksanakan penjualan atas kredit yang kemudian
menimbulkan terjadinya piutang, maka perusahaan menanggung
resiko akibat piutang tersebut. Resiko akibat piutang adalah berupa
biaya-biaya yang mengurangi besarnya laba yang diperoleh
perusahaan. Biaya-biaya tersebut menurut Gitosudarmo (2008:82 –
83) :
1. Biaya penghapusan piutang
Biaya penghapusan piutang terhadap tidak tertagihnya
sejumlah piutang yang akan dihapus piutangnya pada setiap
periode.
2. Biaya pengumpulan piutang
Biaya yang timbul dari kegiatan penagihan piutang.
3. Biaya administrasi
Dengan adanya piutang diperlukan kegiatan administrasi
yang akan mengeluarkan biaya.
4. Biaya sumber dana
Dana yang diperlukan untuk menjaga piutang baik dari dalam
maupun dari luar perusahaan.
Dalam proses penjualan kredit, perusahaan tidak akan
terlepas dari resiko biaya atas kegiatan tersebut. Biaya-biaya atas
piutang menurut Adisaputro (2003:63) antara lain :
a. Beban biaya modal
Piutang sebagai salah satu bentuk investasi akan menyerap
sebagian dari modal perusahaan yang tesedia. Bila
perusahaan menggunakan modal sendiri seluruhnya, maka
dengan piutang modal yang tersedia untuk investasi bentuk
lain (persediaan, aktiva tetap, dan lain-lain) akan berkurang.
Dengan demikian, biaya modal besarnya sama dengan
besarnya biaya modal sendiri. Bilamana modal sendiri tidak
mencukupi sehingga perusahaan terpaksa menggunakan
pinjaman bank, maka timbul biaya yang eksplisit dalam
bentuk bunga modal pinjaman. Oleh karena itu, piutang
sebagai investasi dibelanjai dengan modal sendiri atau modal
luar yang selalu menambah beban tetap yang berwujud biaya
modal. Dengan adanya piutang, kebutuhan modal kerja akan
meningkat.
b. Biaya administrasi piutang
1. Biaya organisasi atau unit kerja yang diserahi tugas
mengelola piutang, yaitu gaji dan jaminan sosial lain bagi
petugas penagihan dan pengadministrasian piutang.
2. Biaya penagihan misalnya biaya telepon, surat penagihan,
biaya perjalanan bagi penagih piutang.
c. Adanya piutang tak tertagih
Mungkin tidak semua piutang dapat tertagih, hal ini bisa saja
disebabkan debitur lari atau bankrut. Dapat saja timbul
piutang macet atau tidak tertagih sama sekali, sehingga
mengakibatkan adanya piutang tak tertagih (bad debt)
sehingga perlu dibentuk cadangan piutang ragu-ragu yang
dibentuk lewat penyisihan sebagian keuntungan penjualan.
Pembentukan cadangan inilah merupakan salah satu bentuk
biaya piutang. Jumlah biaya-biaya ini dapat bersifat seperti
biaya perjalanan atau penagihan piutang. Jumlah ini berubah
dari waktu ke waktu, karena :
1. Perbedaan jumlah nasabah yang harus dilayani
2. Perbedaan nilai piutang keseluruhan yang harus
dikelola
3. Perbedaan fungsi piutang atau penjualan dengan
kredit dari waktu ke waktu berhubungan dengan
adanya perbedaan antara kondisi persaingan dan
situasi ekonomi secara umum
4. Perbedaan jangka waktu kredit yang diberikan.
Dari berbagai pendapat di atas maka dapat disimpulkan
bahwa biaya atas piutang timbul karena adanya resiko akibat
piutang. Biaya atas piutang dapat berupa biaya administrasi, biaya
pengumpulan piutang, biaya penghapusan piutang hingga biaya
sumber dana apabila piutang tersebut tidak seluruhnya dapat
tertagih.