Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap Keinformatifan Laba (skripsi dan tesis)

Biasanya perusahaan yang banyak mengungkapkan informasi
adalah perusahaan yang memiliki kabar baik (good news). Menurut
Widiastuti (2016) menyatakan bahwa earnings informativeness akan
semakin besar ketika terdapat ketidakpastian mengenai prospek di masa
depan. Diperkirakan apabila suatu perusahaan melakukan pengungkapan
informasi dalam laporan tahunannya akan mengurangi ketidakpastian
tersebut yang dapat menurunkan ERC.
Hasil penelitian Sayekti dan Wondabio (2007) menyatakan bahwa
adanya hubungan negatif antara pengungkapan informasi CSR dalam
laporan tahunan terhadap ERC. Artinya diharapkan investor
mempertimbangkan pengungkapan CSR di laporan tahunan sebagai bahan
keputusan investasi selain informasi dalam laba perusahaan.
Seperti yang telah diungkapkan oleh Hidayati dan Murni (2009)
bahwasanya CSR disclosure akan justru mengurangi respon investor
terhadap pengumuman laba, dengan proksi ERC. Hal ini didukung pula oleh
penelitian Widiastuti (2016), bahwa luas pengungkapan sukarela
berpengaruh negatif terhadap ERC, namun dalam uji empirisnya memiliki
pengaruh yang positif. Teori yang diungkapkan oleh Widiastuti (2016) juga
didukung oleh penelitian Utaminingtyas dan Ahalik (2010), Melati dan
Kurnia (2013) serta Herawaty dan Wijaya (2014).
Terjadi ketidaksesuaian hasil penelitian pada Adisusilo (2011) yang
menyatakan bahwa CSR berpengaruh secara positif terhadap ERC. Atas
dasar teori di atas perusahaan yang tingkat pengungkapan CSR-nya tinggi
berdampak pada ERC yang rendah karena CSR mampu dipercayai investor
dalam pengambilan suatu keputusan serta penanaman modal. Sehingga,
semakin besar tingkat pengungkapan CSR maka semakin kecil tingkat
keinformatifan labanya.