Asosiasi merek tentu memiliki kekuatan sendiri dibenak konsumennya, kesan-kesan yang terkait dalam sebuah merek akan semakin banyak dan meningkat apabila konsumen memiliki pengalaman menggunakan produk terkait atau semakin seringnya penampakan merek tersebut dalam strategi komunikasinya. Asosiasi yang muncul sangat mempengaruhi keputusan pelanggan dalam membeli produk atau jasa dan loyalitas pada merek tersebut,sedangkan bagi perusahaan asosiasi tersebut berguna untuk keputusan positioning produknya atau dalam strategi perluasan merek. Ada berbagai macam asosiasi yang terkait dengan suatu merek, namun secara garis besar ada 11 tipe asosiasi yang digunakan untuk menghubungkan suatu produk (Durianto dkk, 2004) 1. Produk atribut Mengasoosiasikan atribut atau karakteristik suatu produk merupakan strategi positioning yang paling sering digunakan. Asosiasi semacam ini efektif karena jika atribut bermakna, asosiasi dapat secara langsung diterjemahkan dalam alasan pembelian suatu merk. 2. Atribut tak berwujud. Penggunaan atribut tak berwujud ini mempunyai kelebihan yaitu sulit dibandingkan / sukar untuk ditangkal seperti kesan kualitas, kemajuan tekhnologi, tanggung jawab, kebahagiaan, kesehatan, dan lain-lain. 3. Manfaat bagi pelanggan. Sebagaian besar atribut produk memberikan manfaat bagi pelanggan,maka biasanya terdapat hubungan antara keduanya.Manfaat bagi pelanggan dapat dibagi 2, yaitu: rational benefit (manfaat rasional) dan physicological benefit (manfaat psikologis). Manfaat rasional berkaitan dengan atribut dari produk yang dapat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan yang rasional. Dan manfaat psiologis sering kali merupakan konsekuensi ekstreme dalam proses pembentukan sikap,berkaitan dengan perasaan yang ditimbulkan ketika membeli atau menggunakan merek tersebut. 4. Harga relative. Evaluasi terhadap suatu merek di sebagian kelas produk ini akan diawali dengan penentuan posisi merek tersebut dalam satu atau dua dari tingkat harga. 5. Penggunaan Pendekatan ini dengan mengasosiasikan merek tersebut dengan suatu penggunaan atau aplikasi tertentu. 6. Pengguna atau pelanggan. Pendekatan ini adalah dengan mengasosiasikan sebuah merek dengan sebuah tipe pengguna atau pelanggan dari produk tersebut. Misalnya, dimension kiddies dikaitkan dengan pemakaiannya dengan pemakaiannya adalah anak-anak. 7. Orang terrkenal atau khalayak. Mengaitkan orang terkenal atau artis dengan sebuah merek dapat mentransfer asosiasi kuat yang dimiliki oleh orang terkenal ke merek tersebut. 8. Gaya hidup/kepribadian Asosiasi sebuah merek menurut kelas produknya, Misalnya Samsung mencerminkan nilai berupa prestise, kualitas, dan kecanggihan tekhnologi. 9. Para pesaing. Mengetahui pesaing untuk menyamai atau bahakan mengungguli pesaing. 10. Negara atau wilayah geografis. Sebuah negara dapat menjadi sebuah simbol yang kuat asalkan memiliki hubungan yang erat dengan produk, bahan, dan kemampuan.
