Loyalitas merek dapat tercipta apabila konsumen telah merasakan atau menggunakan produk tersebut dan kemudian merasa puas terhadap produk tersebut, sehingga konsumen mempunyai kesan yang baik terhadap produk tersebut.Dengan adanya rasa puas ,maka konsumen akan secara perlahan memiliki loyalitas terhadap sebuah merek produk. Loyalitas yang dimiliki konsumen tentu akan memberikan dampak yang positif bagi perusahan,karena konsumen yang telah memiliki loyalitas terhadap produk maka tidak akan berubah atau beralih ke produk lain. Terutama jika produk yang disuka mengalami perubahan, baik perubahan harga ataupun atribut. Loyalitas merek adalah faktor kunci sebagai sebuah nilai untuk merek yang akan dibeli atau dijual, karena pelanggan yang sangat setia dapat diharapkan untuk memprediksi hasil penjualan dan keuntungan (Aakeer 1996) Sedangkan pelanggan yang tidak loyal kepada suatu merek, pada saat mereka melakukan pembelian biasanya tidak didasarkan akan mereknya, melainkan kertetarikan mereka terhadap karakteristik produk, harga, dan kenyamanan pemakaiiannya. Berarti konsumen dalam tahap ini memiliki tingkat loyalitas merek yang lemah. Terdapat beberapa tingkatan loyalitas dan setiap tingkat mewakili tantangan pasar yang berbeda, dan mewakili juga tipe aset yang berbeda dalam mengelola dan mengeksploitasinya. Tingkatan-tingkatan tersebut adalah (Durianto dkk, 2004): 1. Berpindah-pindah. Pelanggan yang berada pada tingkatan loyalitas ini dikatakan sebagai pelanggan yang berada pada tingkatan yang paling dasar. Semakin tinggi frekuensi pelanggan untuk memindahkan pembeliannya dari suatu merek ke merek yang lain megindikasikan mereka sebagai pembeli yang sama sekali tidak loyal atau tidak tertarik pada produk tersebut. 2. Pembeli yang bersifat kebiasaan. Pembeli pada tingkatan ini di indikasikan sebagai pembeli yang puas dengan merek yang dikonsumsinya. Tapi pada dasarnya tidak didapati alasan produk yang menciptakan keinginan membeli merek produk yang lain atau berpindah merek terutama jika peralihan tersebut memerlukan usaha, biaya maupun berbagai pengorbanan lain. 3. Pembeli yang puas dengan peralihan biaya. Pada tingkatan ini pembeli termasuk dalam kategori puas bila mereka mengonsumsi merek tersebut, meskipun demikian mungkin saja mereka memindahkan pembeliannya ke merek lain dengan menanggung biaya perolehan yang terkait dengan waktu, uang dan resiko kinerja yang melekat dengan tindakan mereka beralih merek. 4. Menyukai merek. Pembeli dalam tingkatan ini merupakan pembeli yang bersungguhsungguh menyukai merek yang dikonsumsinya. Juga dijumpai perasaan emosional yang terkait dengan simbol dan rangkaian pengalaman dalam penggunaan-penggunaan sebelumnya. 5. Pembeli yang konsisten. Pada tingkatan ini pembeli merupakan pelanggan yang setia. Mereka memiliki suatu kebanggan sebgai pengguna suatu merek, bahkan merek tersebut menjadi sangat penting bagi mereka dipandang dari Segi fungsinya maupun sebagai suatu ekspresi mengenai siapa sebenarnya mereka.
