Definisi Ekuitas Merek (skripsi dan tesis)

Menurut Kotler dan Keller (2009:263), definisi “Ekuitas merek adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa. Ekuitas merek dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir, merasa, dan bertindak dalam hubungannya dengan merek, dan juga harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan”. Menurut Aaker (1991 dalam Ferrinadewi, 2008:169), mendefinisikan “Brand equity atau ekuitas merek sebagai sejumlah aset dan kewajiban yang berhubungan dengan merek, namanya dan simbol, yang menambah atau mengurangi nilai produk atau jasa bagi perusahaan atau bagi pelanggannya”. Menurut Aaker (1991 dalam Tjiptono, 2005:39), definisi “Ekuitas merek adalah serangkaian aset dan kewajiban (liabilities) merek yang terkait dengan sebuah merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa kepada perusahaan dan/atau pelanggan perusahaan tersebut”. Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong (1999 dalam Alma, 2016:158), menyatakan bahwa “Ekuitas merek (brand equity) ialah “Nilai dari suatu merek, didasarkan atas tingginya brand loyalty, kesadaran, kualitas, kekuatan, adanya paten, yang memberi kekuatan pada suatu merek”. Menurut Alma (2016:157-158), suatu merek yang dilancarkan oleh produsen merupakan suatu janji produsen yang sifatnya spesifik, benefit yang ditawarkan kepada konsumen. Merek yang baik dan terkenal menjamin adanya tingkatan mutu atau kualitas. Kotler menyatakan ada 6 arti merek yaitu: 1. Attributes, ada sesuatu atribut yang melekat pada suatu mereka misalnya barang mahal, mutu bagus, tahan lama, tidak luntur dan sebagainya. 2. Benefit, kata attribute diartikan sebagai functional dan emotional benefit. Istilah tahan lama dapat dikatakan functional benefit, sedangkan barang mahal ini, dapat diartikan sebagai emotional benefit, yang penting barang tersebut, biar mahal tapi sangat menguntungkan. 3. Value barang mahal memiliki nilai tinggi bagi pengguna, karena dapat menaikkan gengsi atau prestige. Kenyamanan, dan keselamatan. 4. Culture , ini masalah budaya, yang terkesan, terkenal, efisien, selalu membeli barang berkualitas tinggi. 5. Personality, memperlihatkan atau member kesan kepribadian tertentu, misalnya membeli mobil Mercedez, atau Rolex menimbulkan kesan tersendiri bagi pemakai. 6. User, memberi kesan bahwa mayoritas pemakai produk tersebut adalah orang dari kelas social tertentu. Berdasarkan definisi ekuitas merek oleh para ahli maka dapat disimpulkan bahwa ekuitas merek adalah sebagai sejumlah aset dan kewajiban yang berhubungan dengan merek, namanya dan simbol, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa dan bertindak dalam hubungannya dengan merek, dan juga harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan