Asosiasi merek adalah segala sesuatu yang secara langsung atau tidak langsung
muncul dan terkait dalam ingatan konsumen terhadap suatu merek (Aaker,
2013 :208). Sekumpulan asosiasi terhadap suatu merek akan membentuk citra
merek (brand image) dan citra tersebut merupakan himpunan dan keyakinan yang
20
timbul dari seseorang terhadap merek tertentu. Menurut Darmadi Durianto et al.,
(2001: 70) asosiasi yang terkait dengan suatu merek umumnya dihubungkan
denganberbagai hal berikut ini :
1. Product attributes (atribut produk) Mengasosiasikan atribut/karakteristik
suatu produk merupakan strategi positioning yang paling sering digunakan.
2. Intangible attributes (atribut tak berwujud) Suatu faktor tak berwujud
merupakan atribut umum, seperti halnya persepsi kualitas, kemajuan
teknologi atau kesan nilai yang menjelaskan serangkaian atribut yang
obyektif.
3. Customer benefits (manfaat bagi pelanggan) Sebagian asosiasi atribut suatu
produk yang memberikan manfaat bagi pelanggan.
4. Relative price (harga relatif) Evaluasi terhadap sesuatu merek produk di
awali dengan penentuan posisi merek tersebut kedalam satu atau dua dari
tingkat harga.
5. Application (penggunaan) Pendekatan ini adalah dengan mengasosiasikan
merek tersebut dengan suatu penggunaan aplikasi tertentu.
6. User/Customer (pengguna/pelanggan) Mengasosiasikan sebuah merek
dengan sebuah tipe pelanggan dari produk tersebut .
7. Celebrity/person (orang terkenal Mengkaitkan orang terkenal dengan
sebuah merek yang dapat mentransfer asosiasi kuat yang dimiliki oleh orang
terkenal ke merek tersebut.
8. Life style/personality (gaya hidup) Asosiasi merek ini dapat diketahui
melalui asosiasi para merek tersebut dengan aneka kepribadian dan
karakteristik gaya hidup yang hampir sama.
9. Product class (kelas produk) Mengasosiasikan sebuah merek menurut kelas
produknya misal mobil Mercedes-Benz, fashion Louis Vuitton, jam tangan
Rolex mencerminkan nilai berupa prestige.
10. Competitors (Pesaing) Mengetahui pesaing dan berusaha untuk menyamai
atau bahkan mengungguli pesaingnya
11. Country /geographic area (negara / wilayah geografis) Sebuah negara dapat
menjadi symbol yang kuat dari suatu produk asalkan negara tersebut
memiliki hubungan dengan produk, bahan dan kemampuan.
Menurut menurut Freddy Rangkuti (2008:43) asosiasi merek dapat
menciptakan suatu nilai bagi perusahaan dan para pelanggan, karena ia dapat
membantu proses penyusunan informasi yang membedakan merek yang satu dari
merek yang lain. Ada lima manfaat asosiasi merek, yaitu :
1. Membantu proses penyusunan informasi Asosiasi yang terdapat pada suatu
merek dapat membantu mengikhtisarkan sekumpulan fakta dan spesifikasi
yang mudah dikenal oleh pelanggan.
2. Membedakan Asosiasi-asosiasi merek dapat memainkan peran yang sangat
penting dalam membedakan satu merek dari merek yang lain.
3. Alasan untuk membeli Asosiasi merek sangat membantu para konsumen
untuk mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut atau tidak.
4. Menciptakan sikap/perasaan positif Asosiasi merek dapat menimbulkan
perasaan positif yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap
produk yang bersangkutan.
5. Landasan untuk perluasan merek Asosiasi merek dapat menghasilkan
landasan bagi suatu perluasan merek, yaitu dengan menciptakan rasa
kesesuaian antara suatu merek dan sebuah produk baru.
Asosiasi merek mencerminkan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan
tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut produk,
geografis, harga, pesaing, selebritis dan lain-lain (Darmadi Durianto et al., 2001:
69). Jika suatu merek diposisikan dalam atribut kunci untuk kelas produk tertentu
(seperti dukungan layanan atau keunggulan teknologi) maka para pesaing akan
kesulitan bersaing. Indikator yang digunakan menurut Deby Susanti Sudarsono
(2013) untuk asosiasi merek adalah :
1. Harga produk
2. Keamanan produk
3. Lokasi penjualan dan purna jual
