Dimensi selanjutnya dari ekuitas merek adalah asosiasi merek atau asosiasi terhadap merek. Asosiasi merek adalah segala kesan yang muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek (Aaker, 1991). Davin (2015) mengatakan Asosiasi merek adalah hubungan mental seorang pelanggan untuk merek tertentu. Asosiasi merek dapat memberikan keyakinan untuk membeli, dan juga membangkitkan rasa nyaman. Asosiasi merek menurut Agusli dan Kunto (2013) adalah segala sesuatu yang berkaitan secara langsung maupun tidak dengan ingatan konsumen terhadap suatu merek. Asosiasi merek itu tidak hanya eksis, namun juga memiliki suatu tingkat kekuatan. Winatapradja (2013) mendefinisikan asosiasi merek adalah segala kesan yang muncul dan terkait dengan ingatan konsumen mengenai suatu merek yang mencerminkan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut, produk, geografis, harga pesaing, selebriti, dan lain-lain. Penelitian yang dilakukan oleh Jalilvand (2011) mengungkapkan adanya pengaruh positif asosiasi merek terhadap minat beli. Agusli dan Kunto (2013) juga membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif asosiasi merek dalam mempengaruhi minat beli dalam penelitiannya. Lebih lanjut hasil ini diperjelas oleh penelitian yang dilakukan oleh Khan (2014) yang menemukan terdapat pengaruh positif asosiasi merek terhadap minat beli. Davin (2015) menyatakan bahwa hasil penelitiannya menunjukan terdapat pengaruh signifikan asosiasi merek terhadap minat beli.
