Kesadaran Merek (skripsi dan tesis)

Dari empat dimensi utama ekuitas merek yang diungkapkan Aaker (1991), dimensi pertama ekuitas merek adalah kesadaran merek. Menurut Aaker (1991) Kesadaran Merek adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori merek tertentu. Produk dengan kesadaran merek yang tinggi akan memiliki penilaian kualitas yang lebih baik dan pangsa pasar yang lebih tinggi Khan (2014). Chi, (2009) mengatakan bahwa kesadaran merek dapat dibedakan dari kedalaman dan lebar. Mendalam berarti bagaimana membuat konsumen untuk mengingat atau mengidentifikasi merek dengan mudah, dan lebar berartu menyimpulkan ketika konsumen membeli produk, sebuah nama merek akan datang ke pikiran mereka sekaligus. Jika sebuah produk memiliki kedalaman merek dan lebar merek pada saat yang sama, konsumen akan memikirkan merek tertentu ketika mereka ingin membeli sebuah produk. Artinya, produk tersebut memiliki kesadaran merek yang tinggi. Menurut Davis, Golicic dan Marquardt (2008) nama merek adalah unsur yang paling penting dalam kesadaran merek. Kesadaran merek memungkinkan konsumen untuk mengenali merek dari kategori produk yang berbeda dan membantu konsumen dalam membuat keputusan untuk membeli Khan (2014). Beberapa peneliti berpendapat bahwa kesadaran merek memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli (Macdonald & Sharp, 2000). Lebih lanjut dalam penelitiannya, Khan (2014) mengatakan bahwa beberapa peneliti mengungkapkan kesadaran merek memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli. Chi (2009) memberikan kesimpulan dari penelitiannya bahwa semakin tinggi kesadaran merek maka semakin tinggi pula minat beli konsumen. Agusli dan Kunto (2013) dalam penelitian yang dilakukan olehnya menemukan bahwa terdapat pengaruh signifikan kesadaran merek terhadap buying intention. Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan Jalilvand (2011) juga menemukan hasil yang sama, yaitu terdapat pengaruh signifikan kesadaran merek terhadap minat beli