Promosi (Promotion) (skripsi dan tesis)

Didalam sistem bauran pemasaran, promosi merupakan komponen penting ke empat setelah produk, harga, dan tempat. Jika ke tiga komponen penting bauran pemasaran lebih berfokus pada kegiatan marketing di dalam perusahaan serta rekannya dalam pemasaran, hal ini sedikit berbeda dengan komponen promosi. Dalam kegiatan promosi perusahaan dapat berkomunikasi dengan pihak luar yaitu mereka yang berpotensi untuk menjadi konsumen, dengan tujuan menarik perhatian agar produk perusahaan dapat lebih dikenal. Menurut Stanton (1991) promosi adalah memberikan informasi kepada, menghimbau serta mempengaruhi khalayak ramai. Sementara Asri (1986) mengemukakan promosi merupakan segala usaha untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen dan membujuk mereka agar membeli, serta mengingatkan kembali konsumen lama agar melakukan pembelian ulang. Selain itu promosi juga merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang barang atau jasa yang di jual dengan maksud untuk menambah pola prilaku konsumen. Sedangkan Wiliam Shoell (1993, dalam Alma 2009) menyatakan bahwa promosi ialah usaha yang dilakukan oleh marketer, berkomunikasi dengan calon audience. Komunikasi adalah sebuah proses membagi ide, informasi, atau perasaan audience. Alma (2009) dalam bukunya mengatakan bahwasanya promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan yang meyakinkan calon konsumen tentang barang dan jasa, dengan tujuan memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan, serta meyakinkan calon konsumen. Hurriyati (2008) mengemukakan bahwa tujuan utama dari promosi, yaitu: 1. Menginformasikan (informing), dimana dapat berupa menginformasikan pasar mengenai keberadaan suatu produk baru, memperkenalkan cara pemakaiaan produk, menyampaikan perubahan harga produk, menjelaskan cara kerja, meluruskan kesan yang keliru, mengurangi ketakutan atau kekhawatiran konsumen, serta membangun citra perusahaan. 2. Membujuk konsumen sasaran (persuading), untuk membujuk pilihan merek, pengalihan kemerek tertentu, mengubah persepsi konsumen terhadap atribut produk, mendorong pembeli untuk melakukan pembelian disaat itu juga, serta mendorong pembeli untuk menerima kunjungan waraniaga (salesmen). 3. Mengingatkan (remainding), dapat terdiri atas mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan dibutuhkan dalam waktu dekat, mengingatkan pembeli atas tempat yang menjual produk perusahaan, memberitahu pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye iklan, serta menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh pada produk perusahaan. Berdasarkan berbagai definisi serta tujuan promosi di atas dapat di simpulkan bahwasanya promosi merupakan suatu kegiatan yang tercakup di dalam pemasaran dimana kegiatan ini adalah segala jenis upaya yang dilakukan oleh pemasar dalam mengkomunikasikan informasi seputar nilai perusahaan dan produk kepada konsumen sasaran dengan tujuan memperoleh perhatian, pembelajaran, mempengaruhi, meyakinkan, serta mengingatkan konsumen sasaran yang selanjutnya akan memberi pengaruh pada peningkatan penjualan. Alma (2009) dalam bukunya menyatakan bahwa dengan kegiatan promosi yang baik maka dapat mempengaruhi konsumen mengenai dimana dan bagaimana konsumen membelanjakan pendapatan mereka (Alma, 2009). Dalam kegiatan promosi sendiri terdapat tiga fungsi utama yang dipegang dalam kegiatan promosi, yaitu (Asri, 1986) mencari serta mendapatkan perhatian (attention) dari konsumen sasaran, mencari dan menumbuhkan interest pada diri konsumen sasaran, mengembangkan rasa ingin (desire) pada konsumen sasaran untuk memiliki barang yang di tawarkan. Meskipun secara umum bentuk-bentuk promosi memiliki fungsi yang sama, akan tetapi bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas khususnya. Dimana tugas-tugas yang dimaksud tersebut sering disebut dengan bauran promosi (promotion mix) yang terdiri dari: personal selling, mass selling, promosi penjualan, public relation, serta direct marketing (Hurriyati, 2008). Kotler dan Armstrong (2006) mengemukakan bahwa bauran promosi merupakan suatu paduan spesifik periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan personal, dan sarana pemasaran langsung yang digunakan perusahaan untuk mengomunikasikan nilai konsumen secara persuasive dan membangun hubungan konsumen. Lebih jauh Peter D. Bennett (1995, dalam Kotler dan Armstrong, 2006) mendefinisikan lima sarana promosi utama dalam bauran promosi sebagai berikut: 1. Periklanan (advertising) merupakan semua bentuk terbayar presentasi nonpribadi dan promosi ide, barang, dan jasa dengan sponsor tertentu. 2. Promosi penjualan (sales promotion) merupakan insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan peroduk atau jasa. 3. Hubungan masyarakat (public relations) merupakan membangun hubungan baik dengan berbagai kalangan untuk mendapatkan publisitas yang diinginkan, membangun citra perusahaan yang baik, dan menghadapi atau menangani rumor, berita, dan kejadian yang tidak menyenangkan. 4. Penjualan personal (personal selling) merupakan presentasi pribadi yang dilakukan oleh wiraniaga perusahaan untuk tujuan penjualan dan membangun hubungan pelanggan. 5. Pemasaran langsung (direct marketing) merupakan hubuangan langsung dengan konsumen individual yang ditargetkan secara cermat untuk memperoleh respon yang segera dan membangun hubungan pelanggan yang langgeng, misalnya penggunaan surat langsung, telepon, televisi respon langsung, e-mail, internet, dan sarana lain untuk berkomunikasi langsung dengan konsumen. Promosi yang baik akan memberikan keuntungan kepada produsen, dimana promosi akan menimbulkan goodwill terhadap merek sehingga usaha dengan goodwill yang besar akan lebih mudah dalam memperoleh modal. Selain itu promosi bukan hanya dapat menyebabkan peningkatan dalam hal penjualan produk saja melainkan dapat menyebabkan kestabilan dalam produksi, efek lain dari promosi ialah produsen akan terhindar dari persaingan berdasarkan harga, dimana dengan adanya promosi maka konsumen melakukan pembelian bukan berdasarkan harga saja, tetapi berdasarkan faktor lain yaitu ketertarikan konsumen akan mereknya.