Pengertian Kemandirian Belajar (skripsi dan tesis)

Kemandirian belajar berasal dari kata mandiri yang merupakan salah satu aspek penting yang perlu ditingkatkan oleh peserta didik. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988: 555), kata mandiri diartikan sebagai keadaan dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Kata kemandirian, menurut Pengalaman Terdahulu Sumber Pembentuk Self-Efficacy Umpan Balik Pola yang Berkaitan dengan Perilaku Dampak Tinggi “Saya tahu dapat ,melakukan pekerjaan ini”  Aktif memilih kesempatan paling baik  Mengelola situasi menetralkan kesulitan  Menetapkan tujuan membangun standar  Mencoba dengan keras  Memecahkan persoalan secara kreatif  Belajar dari kegagalan  Membatasi stress  Pasif  Menghindari tugas yang sulit  Aspirasi yang lemah dan komitmen yang rendah  Jangan pernah mencoba/melakukan usaha yang lemah  Berhenti/tidak berani karena kegagalan  Menyalahkan kekurangan kemampuan atau nasib buruk  Berpikir mengenai alasan kegagalan Berhasil Model Perilaku Persuasi Verbal Kondisi Fisik dan Emosi SelfEfficacy Rendah “Saya pikir saya tidak dapat melakukan pekerjaan ini” Gagal Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988: 55), adalah hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Hal ini senada dengan pendapat Rusman (2011: 353) bahwa mandiri mempunyai arti tidak tergantung pada orang lain, bebas dan dapat melakukan sendiri. Menurut Hamzah B. Uno (2008: 77), kemandirian adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalika diri sendiri dalam berpikir dan bertindak, serta tidak merasa bergantung pada orang lain secara emosional. Orang yang mandiri dianggap mampu bekerja sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, kemandirian juga dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan diri dan kekuatan batin seseorang. Menurut Mohammad Ali dan Mohammad Asrori (2008: 110), individu yang mandiri adalah individu yang berani mengambil keputusan yang dilandasi pemahaman akan segala konsekuensi atas tindakannya. Sebelum membahas kemandirian belajar, akan dibahas mengenai belajar mandiri terlebih dahulu. Menurut Haris Mudjiman (2007: 7) “Belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai sesuatu kompetensi guna mengatasi sesuatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang dimiliki”. Menurut Martinis Yasmin (2008: 125) menjelaskan bahwa “Belajar mandiri bukanlah belajar individual, akan tetapi belajar yang menuntut kemandirian seorang peserta didik untuk belajar”. Menurut Paulina Pannen (dalam Martinis Yasmin 2008: 126) beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan belajar mandiri yaitu: 1) Guru harus mampu merencanakan kegiatan pembelajaran dengan baik dan teliti, termasuk beraneka ragam tugas yang dapat dipilih untuk dikerjakan oleh peserta didik. Perencanaan kegiatan pembelajaran dan tugas-tugasnya harus dilakukan sebelum proses pembelajaran dimulai (bukan pada saat kegiatan pembelajaran dikelas) 2) Perencanaan kegiatan pembelajaran dan tugas-tugasnya harus dilakukan berdasarkan kemampuan dan karakteristik awal peserta didik. 3) Guru dalam rangka penerapan belajar mandir, perlu memperkaya dirinya terus-menerus dengan pengetahuan dan keterampilan yang belum dimiliki dan dikuasainya serta juga pengetahuan dan keterampilan yang baru dalam bidang ilmunya. 4) Selain keterampilan guru dalam hal penguasaan ilmu dan perencanaan pembelajaran, belajar mandiri juga menuntut adanya sarana dan sumber belajar yang memadai, seperti perpustakaan, laboratorium, studio dan lain sebagainya. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif yang didorong dari dalam diri sendiri untuk mengembangkan diri guna mencapai tujuan belajar. Guru yang menciptakan belajar aktif dalam proses belajar mengajar di kelas dengan tujuan menimbulkan kemandirian belajar dalam diri setiap peserta didik. Menurut Umar Tirtahardja dan La Sulo (2005: 50) mendefinisikan “Kemandirian Belajar adalah aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kemauan sendiri pilihan sendiri, dan tanggung jawab sendiri dari pembelajar”. Berdasarkan pengertian di atas makan dapat diambil kesimpulan bahwa kemandirian belajar adalah suatu sikap yang berasal dari dalam individu itu sendiri untuk belajar mandiri karena adanya dorongan untuk menguasai suatu kompetensi yang diharapkan.