Aspek Kemandirian Belajar (skripsi dan tesis)

Kemandirian belajar adalah salah satu aspek penting dalam menunjang keberhasilan belajar peserta didik. Dengan kemandirian, peserta didik dapat belajar tanpa harus menunggu atau menggantungkan pada sumber belajar tertentu. Menurut Brookfiekd (1986: 41), kemandirian belajar diantaranya adalah analitis, mandiri secara sosial, dapat mengarahkan diri, individualis, dan memiliki rasa identitas yang kuat. Menurut Arends (2007: 384) dalam kemandirian belajar, guru berperan sebagai pembimbing yang selalu mendorong dan memberikan penghargaan kepada peserta didiknya untuk bertanya dan mencari solusi dalam masalah nyata dengan jalan mereka masing-masing. Peserta didik diharapkan dapat belajar untuk menerapkan apa yang telah dipelajari secara mandiri dalam kehidupan. Berdasar pada beberapa pengertian tentang kemandirian belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar adalah rasa ketidaktergantungan pada orang lain dan disertai rasa berani mengambil keputusan dengan mempertimbangkan konsekuensi yang akan diperoleh. Kemandirian meliputi tidak merasa tergantung pada orang lain, memiliki rasa identitas yang kuat atau percaya diri, dapat mengarahkan atau mengontrol diri, mempunyai motivasi, dan berani menanggung konsekuensi atau bertanggung jawab. Penjelasan dari aspek kemandirian belajar adalah sebagai berikut: 1) Tidak Tergantung pada Orang Lain Peserta didik yang tidak tegantung pada orang lain akan belajar dengan caranya sendiri dan menemukan cara penyelesaian soal dengan kreatif. Menurut M. Taufik Amir (2009: 84), proses problem based learning menuntut peserta didik untuk lebih bebas dalam urusan belajar. Tidak hanya mencari sumber belajar, peserta didik juga harus mampu menghasilkan pengetahuan sendiri, baik yang sudah ada maupun menciptakan pengetahuan yang belum ada. 2) Percaya Diri Percaya diri menurut Hamzah B. Uno (2008: 86) adalah keyakinan tentang harga diri dan kemampuan diri. Orang yang mempunyai kepercayaan diri mempunyai ciri-ciri: a) Berani tampil dengan keyakinan diri, b) Berani menyuarakan pandangannya, dan c) Tegas. Percaya diri peserta didik dapat dilihat dari semangat saat mempresentasikan hasil pekerjaannya, kemantapan saat bertanya maupun menjawab, dan percaya pada kemampuannya sendiri. 3) Mengontrol Diri Peserta didik yang mempunyai kemandirian belajar pasti dapat mengontrol atau mengendalikan diri. Hamzah B. Uno (2008: 86) menyatakan bahwa mengontrol diri atau mengendalikan diri diartikan sebagai mengelola emosi dan keinginan negatif. Golman (Hamzah B. Uno, 2008: 89) menyatakan orang yang dapat mengontrol atau mengendalikan diri adalah orang yang dapat: a) Mengelola dengan baik perasaan dan emosi; b) Tetap teguh dan tidak goyah walaupun dalam situasi yang berat; dan c) Berpikir dengan jernih dan tetap fokus. Dengan demikian, peserta didik yang dapat mengontrol diri harus dapat mengontrol waktu belajarnya, memperhatikan perkembangan prestasi belajarnya, serta berusaha meningkatkan hasil belajarnya. 4) Motivasi Menurut Sardirman (2011: 73), motif adalah daya atau upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Setelah mendefinisikan kata motif, Sardiman (2011: 73) menyimpulkan bahwa motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998: 593), motivasi diartikan sebagai dorongan yang timbul pada diri seseorang, baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi juga diartikan sebagai usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Dalam Sardiman (2011: 83) dijelaskan ciri-ciri motivasi, antara lain yaitu: a) Tekun menghadapi tugas, b) Ulet menghadapai kesulitan, c) Menunjukkan minat, d) Lebih senang bekerja mandiri, e) Cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, f) Dapat mempertahankan pendapatnya, g) Tidak mudah melepas hal yang diyakini, dan h) Senang memecahkan masalah. Sardiman (2011: 85) menyebutkan tiga fungsi motivasi, yaitu sebagai berikut: a) Mendorong manusia untuk bergerak Motivasi dapat mendorong manusia untuk bergerak melakukan sesuatu. b) Menentukan arah perbuatan Motivasi memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan. c) Menyeleksi perbuatan Dengan motivasi, kita dapat menentukan perbuatan apa yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan, serta kegiatan apa yang tidak bermanfaat untuk tujuan tersebut. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu. Peserta didik yang mempunyai motivasi akan berusaha menyelesaikan pekerjaannya, semangat dalam belajar, dan mempunyai antusiasme terhadap pembelajaran. 5) Tanggung Jawab Tanggung jawab dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988: 899) diartikan sebagai keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatunya yang dimiliki peserta didik dapat diketahui dengan sikap peserta didik saat menerima saran dan kritik terhadap pekerjaannya, peserta didik mengumpulkan tugas tepat waktu, tidak menyontek saat ujian, dan memperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh.