Fungsi Self-Efficacy (skripsi dan tesis)

Self-efficacy mempunyai peran terhadap segala perasaan, pikiran, baik dalam tindakan individu maupun hasil yang ditampilkan oleh individu, begitu pula dalam hal berinteraksi dengan individu lain. Bandura (1986) dalam Noormania (2014) menyebutkan peran tersebut yang merupakan fungsi dari selfefficacy adalah: 1) Pilihan tingkah laku (behavior choosen) Self-efficacy mengacu pada sebuah keyakinan untuk mampu melakukan suatu perilaku yang diharapkan. Tanpa self-efficacy seseorang atau individu enggan melakukan suatu perilaku tertentu. Individu cenderung menghindari tugas dan situasi yang diyakini berada diluar kemampuannya, namun individu bersedia menangani kegiatan yang dinilainya mampu untuk 26 diatasi. Saat individu mempertimbangkan untuk mencoba melakukan hal tertentu, individu akan bertanya pada dirinya apakah mampu atau tidak untuk melakukannya dan disinilah self-efficacy berfungsi. 2) Usaha yang dilakukan dan penentu besarnya daya tahan dalam mengatasi hambatan Penilaian terhadap self-efficacy juga menentukan seberapa besar usaha yang akan dilakukan dan berapa lama individu mampu bertahan menghadapi segala hambatan dan gangguan dalam melakukan suatu tugas. King (2010: 153) menjelaskan, self-efficacy membantu orang orang dalam berbagai situasi yang tidak memuaskan dan mendorong mereka untuk meyakini bawah mereka dapat berhasil. 3) Pola berpikir dan reaksi emosional Self-efficacy akan memengaruhi pola berpikir dan reaksi emosi individu pada saat mengatasi dan melakukan aktivitas dengan lingkungan. Individu dengan self-efficacy tinggi memusatkan perhatian pada usaha yang diperlukan sesuai dengan tuntutan situasi dan melihat kegagalan akibat kurangnya usaha. Sebaliknya, individu dengan self-efficacy yang rendah melihat kegagalan sebagaiakibat dari ketidakmampuan dirinya. 4) Meramalkan tingkah laku selanjutnya. Greenberg dan Baron (2011) menyatakan, self-efficacy merupakan prediktor yang baik terhadap perilaku di masa depan. Seseorang dengan selfefficacy tinggi akan mencoba lebih keras dan berkomitmen tinggi untuk mengambil segala tindakan demi mencapai tujuan. Sebaliknya individu yang memiliki self-efficacy rendah cenderung memiliki komitmen yang rendah pula sehingga mereka memutuskan untuk tidak mencoba suatu tindakan. 5) Penentu kinerja selanjutnya Self-efficacy akan berpengaruh terhadap performance yang ditampilkan. Jika seseorang berhasil melaksanakan tugas tertentu maka keberhasilannya akan meningkatkan keyakinan dirinya dalam melaksanakan tugas yang lain. Individu tersebut akan memiliki pengalaman yang memuaskan dan memberikan peningkatan performancenya.