Lingkungan Keluarga (skripsi dan tesis)

a. Pengertian lingkungan keluarga Keluarga merupakan sebuah kelompok terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul didalamnya dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dengan keadaan saling ketergantungan Wiani et al, (2018). Keluarga merupakan tempat aktivitas utama dalam kehidupan seorang individu berlangsung, oleh karena itu keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam pembangunan sumber daya manusia Soerjono (2004) dalam Lestari, et al.(2016). Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam sebuah masyarakat merupakan lingkungan budaya yang pertama kali dan paling utama dalam hal pembentukan norma serta mengembangkan berbagai kebiasaan, perilaku, dan sikap yang dianggap penting untuk kehidupan pribadi, keluarga, dan lingkungan masyarakat Suratno, et al. (2019). Lingkungan keluarga dianggap sebagai sumber utama dalam hal pembentukan karakter anak termasuk membentuk motivasi dalam perkembangan berikutnya (Sunanik, 2020). Lingkungan keluarga merupakan jumlah keseluruhan benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam kelompok masyrakat kecil, yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang mempunyai hubungan social karena adanya ikatan darah yang dapat mempengaruhi tingkah laku dan perkembangan anak (Hasanah & Setiaji, 2019). Lingkungan keluarga merupakan sebuah kelompok sosial yang pertama dalam kehidupan manusia sebagai tempat belajar serta menyatakan diri sebagai manusia sosial di dalam hubungan interkasi dengan kelompoknya (Sobur, 2011:248). Lingkungan keluarga merupakan lembaga pendidik tertua yang mempunyai sifat informal, yang pertama dan paling utama dialami oleh seorang anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati dimana orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi,dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik (Hasbullah 2009:34). Berdasarkan pengertian pengertian mengenai lingkungan keluarga dapat disimpulkan lingkungan keluarga merupakan sebuah kelompok yang utama terdiri dari ayah, ibu, dan anak anak dimana kelompok tersebut memegang peran utama dalam hal memberikan pendidikan dan bimbingan setelah anak dilahirkan. Interkasi sosial akan terjadi dalam sebuah keluarga dimana seorang anak akan belajar memperhatikan keinginan orang lain, belajar saling bekerja sama, mengerti, dan mempunyai norma yang digunakan dalam pergaulannya di dalam lingkungan sekitarnya. b. Faktor faktor yang mempemgaruhi lingkungan keluarga Lingkungan keluarga merupakan faktor penting dalam hal pembentukan kepribadian anak. Faktor faktor yang terdapat dalam lingkungan keluarga menurut Slameto (2010) diantaranya yaitu : 1) Cara orang tua mendidik Cara orang tua mendidik memiliki pengaruh yang besar terhadap cara belajar dan pola pikir anak dalam menghadapi lingkungannya. 2) Relasi antar anggota keluarga Relasi antar anggota keluarga dapat memberikan pengaruh terhadap kelancaran belajar dan pencapaian keberhasilan anak. Hubungan yang baik dalam sebuah keluarga adalah hubungan yang penuh pengertian dan kasih saying, dengan bimbingan untuk mensukseskan belajar anak. 3) Suasana rumah Suasana rumah yang di maksud adalah sebuah situasi atau kejadian yang sering terjadi didalam keluarga tempat anak berada dan belajar. Suasana rumah merupakan sebuah faktor yang sangat penting dan bukanlah faktor yang disengaja. Susana rumah yang gaduh, sering terjadi pertengakaran, akan memberikan pengaruh terhadap kenyamanan anak untuk tinggal dirumah. 4) Keadaan ekonomi keluarga Keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang menyebabkan orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan anak dapat memberikan pengaruh berupa motivasi atau pendorong untuk anak agar lebih berhasil kedepannya. Sedangkan pada keluarga yang ekonominya berlebihan dan orang tua cenderung mampu memenuhi segala kebutuhan termasuk pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun kadang kala kondisi ekonomi yang berkecukupan tersebut membuat orang tua kurang perhatian pada anak karena sudah merasa memenuhi segala kebutuhan anaknya, akibatnya anak menjadi malas untuk belajar dan prestasi yang diperoleh tidak akan baik. 5) Pengertian orangtua Pengertian dan dorongan orang tua akan membantu dalam proses belajar anak untuk meningkatkan kepercayaan diri. 6) Latar belakang kebudayaan Tingkat pendidikan dan kebiasaan dalam sebuah keluarga akan membantu anak dalam perkembangan sikap di kehidupannya. Faktor lain yang dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu yang berasal dari lingkungan keluarga menurut Yusuf (2009) dalam D. Y. Setiawan (2017) diantaranya yaitu : a) Keberfungsian keluarga Sebuah keluarga dikatakan fungsional apabila telah mampu melaksankan fungsinya. Terdapat empat prinsip yang memegang peranan penting dalam sebuah keluarga yaitu modelling, mentoring, organizing, dan teaching. Fungsi keluarga dalam hal ini terdiri dari fungsi pendidikan dan fungsi social. Fumgsi pendidikan berkaitan dengan peranan, pembimbingan, dan ketrampilan ketrampilan terkait berwirausaha yang memberikan manfaat terhadap anak, sedangkan fungsi sosialisasi menyangkut aspek keluarga sebagai sebuah penentu yang memberikan pengaruh terhadap kualitas generasi yang akan datang termasuk dalam hal pekerjaan. b) Sikap dan perlakukan orang tua terhadap anak Sikap serta perilaku orang tua terhadap anak akan memberikan pengaruh terhadap kepribadian seorang anak. Sikap dan perilaku orang tua terhadap anak akan menjadi panutan untuk anak dalam menjalani proses kehidupan dimasa depan. c) Status ekonomi Status ekonomi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan kepribadian remaja. Orang tua yang memiliki status ekonomi rendah akan lebih menekankan kepatuhan pada figure figure yang mempunyai otoritas, sedangkan status ekonomi yang berada pada kelas atas dan menengah akan menekankan kepada pengembalian inisiatif, keingintahuan, dan kreativitas anak. Hal tersebut akan dapat memberikan pengaruh bagaimana proses dari minat anak untuk berwirausaha. c. Indikator lingkungan keluarga Selain fungsi keluarga sebagai sebuah sistem yang mempunyai sifat mendukung antar anggota keluarga, didalam sebuah keluarga terdapat pandangan mengenai ketersediaan dalam hal memberikan pertolongan antar sesama anggota keluarga. Indikator mengenai pandangan tersebut menurut (Fradani, 2019) diantaranya yaitu: 1) Dukungan penilaian, yaitu sebuah ketersediaan orang tua untuk berbiacara mengenai masalah atau renacana anak kedepan 2) Dukungan instrumental, yaitu dukungan yang berbentuk moril, baik pelayanan fisik maupun finansial 3) Dukungan informasional, yatitu sebuah komunikasi dan tanggung jawab secara bersama dalam memberikan arahan, sasaran, dan feedback apa yang dilakukan oleh anak 4) Dukungan emosional, yaitu sebuah dukungan yang memberikan rasa nyaman, empati, kepercayaan diri, sehingga anak merasa berharga dan didukung oleh orangtuanya.