Kepribadian Proaktif (skripsi dan tesis)

a. Pengertian Kepribadian Proaktif Kepribadian proaktif merupakan sikap yang cenderung memanfaatkan peluang, berani mengambil tindakan dalam memutuskan sesuatu serta aktif dalam melakukan pekerjaan yang dilakukan (Suryani, 2020). Kepribadian prokatif merupakan sebuah tindakan yang mengantisipasi berbagai permasalahan, memenuhi segala kebutuhan, dan memanfaatkan kesempatan dimasa depan Venkatarman & Ramanujan (1986) dalam Sriyanto & Alamidah, (2018). Ashford dan Black (1996) mendefinisikan perilaku proaktif sebagai individu yang aktif dalam pekerjaannya terutama dalam beradapatasi dengan lingkungan, sehingga individu dengan tipe proaktif diharapkan cenderung lebih mudah meraih kesuksesan dimasa depan. Individu dengan tipe proaktif cenderung memiliki sifat yang oportunitis, berinisiatif, berani mengambil tindakan, dan tekun untuk mencapai perubahan yang memiliki nilai (Sriwinarsih, 2019). Bateman & Crant (1993) mendefinisikan kepribadian proaktif merupakan tindakan individu yang dapat mempengaruhi perubahan 10 lingkungan melalui identifikasi peluang, menunjukan insiatif, dan bertahan sampai membawa perubahan yang bernilai dalam lingkungannya. Kepribadian proaktif merupakan sikap percaya diri yang ada dalam individu untuk dapat menyelesaikan permasalahan dengan kekuatan situasional melalui identifikasi peluang untuk mengubah kondisi pada lingkungan tersebut (Kristijanto, 2019). Menurut Fe et al (2013) dalam Lukito (2020) kepribadian proaktif sebagai individu yang memiliki inisiatif melakukan perubahan positif dalam lingkungan dengan mengatasi hambatan, meningkatkan arus keadaan atau mencipatkan hal yang baru. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan kepribadian proaktif merupakan sebuah pengambilan insiatif dari dalam individu untuk memberikan kontirbusi perubahan terhadap lingkungan yang dapat memberikan dampak untuk individu itu sendiri maupun dampak terhadap lingkungan melalui identifkasi peluang. b. Faktor-faktor yang mempengaruhikepribadian proaktif Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepribadian proaktif menurut pendapat Bateman & Crant (1993) diantaranya yaitu: 1) Neuroticism, yaitu tidak stabilnya emosi yang bertentangan dengan penyesuaian. 2) Extraversion, yaitu sebuah kebutuhan akan stimulus, aktivitas, ketegasan, kuantitas, dan tingkat intensitas interaksi antar individu  3) Openess atau intellect, yaitu sebuah faktor yang diwakili oleh flexibilitas mengenai pemikiran serta toleransi individu, kepekaan, keterbukaan perasaan, pengalaman, maupun ide idebaru 4) Agreeableness, yaitu sebuah faktor yang diwakilkan oleh pengenalan interpersonal yang penuhkasih 5) Consencientiousness, yaitu sebuah faktor yang dapat mempengaruhi sikap prokatif yang dijelaskan oleh tingkat organisasi, ketekunan, dan motivasi dengan perilaku yang sesuai dengan tujuan. Covey & Sean (2001) menguraikan bebarapa faktor yang dapat mempengaruhi kepribadian proaktif berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang dapat mempengaruhi kepribadian proaktif antara lain : 1) Kepercayaan, kepercayaan dan keterbukaan dalam sebuah organisasi akan mendorong individu untuk meningkatkan kecepatan komunikasi. 2) Motivasi, yaitu sebuah dorongan untuk melakukan kegiatan belajar yang dipengaruhi oleh hal hal yang bersumber dari diri sendiri maupun hal hal dari luar individu yangberasngkutan 3) Kebiasaan, adalah perilkau yang sudah berulang ulamg dilakukan segingga menjadi sebuah perilaku yang otomatis artinya berlangsung tanpa dipikirkan lagi, tanpa dikomandi oleh otak. 4) Sikap, yaitu sebuah pernyataan evaluatif yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan terhadap suatu ibjek, individu, atau peristiwa. 12 Selain dipengaruhi oleh faktor internal, perilaku proaktif dipengaruhi oleh faktor faktor eksternal seperti : 1) Teman, yaitu sebuah hubungan yang kuat dan bertahan lama antar dua individu 2) Keluarga, yaitu sutau kesatuan sosial yang terdiri dari suami, isteri, dan anak 3) Uang, yaitu sebagai bentuk kekayaan yang dimiliki untuk digunakan melunasi hutang dalam junlah tertentu pada waktu tertentu 4) Barang, yaitu sebuah produk yang memiliki wujud fisik sehingga dapat dilihat, disentuh, dirasa, dipegang, dismipan 5) Tempat ibadah, sebuah tempat yang digunakan oleh umat beragam untuk melaksanakan ajaran agama atau kepercayaan. Berdasarkan penjelasan penjelasan mengenai faktor faktor yang mempengaruhi kepribadian proaktif dapat disimpulkan bahwa faktor faktor yang mempengaruhi kepribadian proaktif dapat berasal dari paradigma diri sendiri (faktor internal) serta berasal dari paradigma luar (faktor eksternal). c. Indikator-indikator kepribadian proaktif Umumya karakteristik individu yang berperilaku proaktif yaitu individu yang perilakunya cenderung melakukan tindakan atas inisiatif sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun dalam memilih respon yang tepat sehingga dirinyalah yang bertanggung jawab terhadap pilihannya. Menurut Covey (2001) proaktif sebagai bentuk kemampuan untuk memiliki kebebasan dalam menentukan sebuah respon, kemampuan dalam pengambilan inisiatif, dan kemampuan bertanggung jawab atas pilihannya dengan beberapa indikator sebagai berikut : 1) Kebebasan dalam memilih respon yang mengandung unsur unsur seperti kesadaran diri, imajinais, kata hati, dan kehendak bebas 2) Mengambil inisiatif, yang dapat dilihat dari dua hal yaitu kemampuan merencanakan sesuatu dengan segera dan kemampuan antisipasif. Indikator lain yang digunakan untuk melakukan pengukuran kepribadian proaktif menggunakan proactive personality scale (PPS) yang masuk indikator menurut Bateman & Crant (1993) dalam Mahardika (2020) diantarnya yaitu: 1) Kemampuan dalam melihat peluang 2) Menunjukan inisiatif 3) Mengambil tindakan 4) Gigih