Struktur Sistem Pengendalian Manajemen (skripsi dan tesis)

Struktur pengendalian manajemen dipusatkan pada berbagai macam
pusat pertanggungjawaban. Suatu pusat pertanggungjawaban dibentuk untuk
mencapai tujuan individual yang pada gilirannya diharapkan dapat membantu
pencapaian tujuan suatu organisasi sebagai suatu keseluruhan yang diputuskan dalam proses perencanaan strategik.
Menurut Mulyadi (2011:9) struktur sistem perencanaan dan pengendalian
manajemen sebagai berikut: “struktur sistem merupakan komponen-komponen yang berkaitan erat satu dengan yang lainnya, yang secara bersama-sama digunakan untuk mewujudkan tujuan sistem.”
Menurut mulyadi (2011:9) struktur sistem perencanaan dan pengendalian
manajemen terdiri atas tiga komponen sebagai berikut:
“1. Struktur organisasi
2. Jejaring organisasi
3. Sistem penghargaan”
Penjelasan secara rinci mengenai hal di atas sebagai berikut:
1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah komponen utama dalam struktur sistem
pengendalian manajemen.struktur organisasi merupakan sarana untuk
mendistribusikan kekuasaan yang diperlukan dalam memanfaatkan
berbagai sumber daya organisasi untuk mewujudkan tujuan organsasi.
Pada waktu organisasi menghadapi lingkungan stabil dan kompetisi tidak
begitu tajam, kekuasaan dalam organisasi terpusat ditangan manajemen
puncak, dan delegasi wewenang kepada manajemen tingkat bawah
dilaksanakan secara terbatas.Struktur yang sesuai dengan lingkungan
bisnis pada zaman itu adalah struktur organisasi fungsional hirarkhis.
Untuk menghadapi lingkungan bisnis turbulen (perubahan menjadi
konstan, pesat, radikal, serentak, dan pervasive), yang di dalamnya
customer memegang kendali bisnis (sehingga kompetisi memperebutkan
pilihan customer menjadi sangat tajam), diperlukan struktur organisasi
yang berorientasi kepada customer , yang secara cepat mampu merespon
kebutuhan customer, dan yang mendorong inovasi.
2. Jejaring Organisasi
Jejaring informasi dirancang untuk mempersatukan berbagai komponen
yang membentuk organisasi dan berbagai organisasi dalam
jejaringorganisasi (organization network) untuk kepentingan penyediaan
layanan bernilai tambah bagi customer.Teknologi informasi menjadi
pemampu (enabler) untuk membangun jejaring informasi yang
memungkinkan terjadinya hubungan yang berkualitas (quality
relationship) antar karyawan, antar manajer dengan manajer, antara
perusahaan dengan pemasok dan mitra bisnisnya, dan antara perusahaan
dengan customernya. Untuk menghadapi lingkungan bisnis stabil,
organisasi perusahaan mampu menghadapi perusahaan sendiri secara
independen, tanpa harus membangun jejaring organisasi dengan
organisasi lain. Untuk menghadpi lingkungan bisnis kompetitif dan
turbulen, organisasi harus kohesif-bersatusangat erat diantara manajemen
dan karyawan.Disamping itu, untuk menghadapi persaingan yang tajam,
organisasi harus berupa jejaring organisasi yang terpadu.Oleh karena itu,
kemapuan manajemen dalam membangun jejaring iformasi yang
menyatukan berbagai komponen jejaring organisasi merupakan penentu
keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya menghasilkan nilai
terbaik bagi customer.Untuk membangun struktur sistem pengendalian
manajemen yang sesuai dengan tuntuan lingkungan bisnis turbulen,
diperlukan jejaring informasi mengikat secara erat melalui hubungan
berkualitas.
3. Sistem Penghargaan
Komponen struktur sistem pengendalian manajemen yang ketiga adalah
sistem penghargaan, suatu sistem yang digunakan untuk
mendistribusikan penghargaan kepada personel organisasi.Pada waktu
organisasi hirarkis fungsional digunakan oleh perusahaan untuk
memasuki lingkungan bisnis stabil, penghargaan didistribusikan ke
manajemen puncak, karena merekalah yang running the business
perusahaan.Pada waktu lingkungan bisnis berubah menjadi turbulen,
manajemen puncak tidak lagi mampu menjalankan sendiri seluruh bisnis
perusahaan.Beban tanggungjawab untuk running the business perusahaan
perlu didistribusikan kepada karyawan.Timbullah kebutuhan untuk
memberdayakan karyawan dalam rangka membangun responsibilitybased organization suatu organisasi yang seluruh personelnya
(manajemen dan karyawan) bertanggungjawab atas beroperasi
perusahaan.Diperlukan sistem penghargaan yang tidak didasarkan pada
posisi (position-based reward), namun telah didasarkan pada kinerja
(performance-based reward).Disamping itu, kinerja personel tidak hanya
dinilai dari perspektif keuangan, namun lebih dari itu, perlu dinilai dari
berbagai perspektif non keuangan, sehingga kinerja personel bersifat
komperhensif.