Proses pengendalian manajemen melibatkan hubungan atasan-bawahan.
Pengendalian dilaksanakan oleh atsan terhadap bawahannya. Menurut Anthony dan Govindarajan (2005:19)yang dialihbahasakan oleh F.X Kurniawan
Tjakrawala proses pengendalian manajemen melibatkan 4 (empat) aktivitas yaitu:
“1. Perencanaan strategis
2. Persiapan anggaran
3. Pelaksanaan
4. Evaluasi kinerja”
Penjelasan rinci mengenai hal di atas sebagai berikut:
1. Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis merupakan awal dalam siklus pengendalian
manajemen.dalam perusahaan yang menggunakan kalender tahunan,
perencanaan biasanya dilakukan pada musim semi atau musim panas
yang mendahului tahun anggaran. Pada waktu itu keputusan yang
mempertimbangkan segala perubahan dalam strategi yang terjadi sejak
perencanaan strategis terakhir dibuat.
2. Persiapan Anggaran
Proses penyiapan anggaran merupakan proses penyusunan anggaran yang
pada dasarnya merupakan bentuk negosiasi antara manajer setiap pusat
tanggungjawab dengan atasannya. Produk akhir dari negosiasi ini adalah
suatu pernyataan persetujuan atas biaya yang diantisipasi untuk tahun
yang akan datang, atau laba yang direncanakan atau akspetaso dari
tingkat pengembalian investasi.
3. Pelaksanaan
Dalam tahun berjalan, para manajer melaksanakan suatu program atau
sebagian dari satu program yang menjadi tanggungjawab mereka dan
juga melaporkan apa yang telah terjasi sebagai tanggungjawabnya.
Lapotan atas pusat tanggungjawab akan menunjukkan informasi yang
dianggarkan dan informasi actual, ukuran kinerja finansial dan non
finansial.
4. Evaluasi Kinerja
Proses evaluasi merupakan suatu perbandingan antara beban actual dan
yang seharusnya terjadi dalam keadaan tersebut. Jika keadaaan yang
diasumsikan dalam proses anggaran berubah, maka terdapat perbedaan
antara jumlah yang dianggarkan dengan jumlah actual. Jika keadaan
berubah, maka perubahan ini diperhitungkan.Pada kahirnya, analisis
mengarah ke kritik yang konstruktif bagi para manajer dari pusat
tanggungjawab.
Menurut Mulyadi (2007:404) proses pengendalian manajemen adalah
sebagai berikut:
“1. Perumusan strategi (strategi formulation)
2. Perencanaan strategik (strategic planning)
3. Penyusunan program (programming)
4. Penysunan anggaran (budgeting)
5. Implementasi (implementation)
6. Pemantauan (monitoring)”.
Penjelasan secara rinci mengenai hal diatas adalah sebagai berikut:
1. Perumusan Strategi (Strategi Formulation)
Proses sistem manajemen pengendalian diawali dengan perumusan
strategi. Strategi merupakan tindakan utama yang ditempuh oleh
perusahaan untuk mengerahkan seluruh sumber daya perusahaan untuk
mewujudkan visinya.Untuk menghadapi lingkungan bisnis yang
kompetitif, strategi sangat menentukan kemampuan perusahaan dalam
memenangkan persaingan untuk memperebutkan perhatian
customers.Lingkungan bisnis yang kompetitif demikian menyebabkan
perusahaan memerlukan sistem yang dapat digunakan untuk mengamati
trend perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis dan untuk
memperkirakan dampaknya terhadap strategi yang dipakai oleh
perusahaan untuk mewujudkan visinya.
2. Perencanaan Strategik (Strategic Planning)
Dalam perencanaan strategik, setiap sasaran strategic kemudian
ditentukan ukuran pencapaian dan target yang akan diwujudkan dalam
jangka waktu tertentu di masa depan.
3. Penyusunan Program (Programming)
Penyusunan program merupakan tahap perencanaan yang untuk pertama
kalinya menghasilkan informasi kualitatif dan kuantitatif. Penyusunan
program adalah proses penjabaran inisiatifstrategik ke dalam program
rencana jangka panjang untuk mewujudkan sasaran strategik tertentu
beserta taksiran sumber daya yang diperlukan untuk dan diperoleh dari
langkah-langkah besar yang akan ditempuh oleh perusahaan dalam
jangka panjang ke depan, beserta taksiran sumber daya yang diperlukan
untuk dan peroleh dari usaha menjalankan langkah-langkah
tersebut.Taksiran sumber inilah yang diwujudkan ke dalam informasi
kualitatif dan kuantitaif.
4. Penyusunan Anggaran (Budgeting)
Penyusunan anggaran pada hakikatnya merupakan proses penyusunan
rencana laba jangka pendek (biasaynya untuk jangka satu tahun).
Anggaran menghasilkan keluaran berupa informasi kualitatif dan
kuantitatif. Dalam penyusunan anggaran dijabarkan program tertentu ke
dalam rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran.
5. Implementasi (Implementation)
Dalam tahap implementasi rencana ini, manajemen dan karyawan
melaksanakan rencana yang tercantum dalam anggaran ke dalam
kegiatan nyata.
6. Pemantauan (Monitoring)
Implementasi rencana memerlukan pemantauan.Hasil setiap langkah
yang direncanakan perlu diukur untuk memberikan umpan balik bagi
pemantauan pelaksanaan anggaran, program, dan insiatif strategik. Hasil
implementasi rencana juga digunakan untuk memberikan informasi bagi
pelaksanatentang seberapa jauh target yang telah berhasil dicapai, sasaran
strategik telah berhasil diwujudkan, tujuan (goal) dan visi organisasi
dapat dicapai.
